nasional

Agustus! Presiden Jokowi Direncanakan Resmikan Bendungan Lolak, Ganti Untung Lahan Warga Diduga 'Bermasalah'

Selasa, 23 Mei 2023 | 09:26 WIB
Lokasi lahan yang terdampak proyek Bendungan Pindol Lolak (Istimewa)

"Kami belum punya dasar dan data terkait ganti untung bagi masyarakat atas lahan warga yang tidak ditanggapi dan ada yang ditanggapi tapi tidak sesuai dengan penetapan awal padahal hanya sisa," katanya.

Baca Juga: Netizen Menjerit: 'Manado so Darah-Darah?

Warga dengan inisial S (48) mengatakan, terkait Ganti Untung itu, pada bulan Ramadhan 2023 Tim Terpadu Bendungan Lolak telah turun melakukan pendataan pihak yang terdampak atas pembangunan.

"Untuk kesepakatannya adalah setiap petani akan diganti jumlah tanaman yang dimiliki di kebun mereka sesuai besaran lahannya. Dan ini telah ditanda tangani bersama secara resmi di kantor Kecamatan Lolak," imbuhnya.

Sebulan kemudian, Tim Terpadu turun kembali melakukan pengecekkan kembali karena ada 6 lokasi yang terlewatkan.

Baca Juga: Viral! Jualan Tukang Tinutuan di Bolmong Diduga Dihina, Netizen: Pemilik Akun Adalah Oknum ASN: ini Linknya

"Saat itu terjadi perubahan jumlah atas Ganti Untung dari 9500 berubah menjadi 5000 tanaman, itu berdasarkan luas lahannya. Kami tidak sepakati itu, karena yang 9500 telah resmi ditandatangi di Kantor Kecamatan Lolak," kata S kepada para wartawan.

Parahnya lagi, baru-baru ini beredar rekaman atas dugaan penjualan lahan kepada warga yang dilakukan oleh 3 oknum Dinas Kehutanan.

Dalam rekaman itu, warga mengakui bahwa dirinya telah membeli lahan kepada ketiga oknum tersebut.

Baca Juga: Viral! Penemuan Jenazah di Tambun, Orang Terakhir Bersama Korban dalam Pengejaran Pihak Polres Bolmong

"Untuk setengah hektar harganya mulai dari Rp20 juta sampai Rp25 juta," kata R dalam rekaman tersebut.

Juga dikatakan, para pembeli akan dibuatkan surat tanah pasca pembelian lahan yang diduga masuk di areal Bendungan Lolak.

Selain ketiga oknum tersebut, ada pihak lain yang diduga terlibat bersama-sama melakukan penjualan lahan yang sampai saat belum jelas statusnya apakah HPT atau APL.***

 

Halaman:

Tags

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB