Dalam kehidupan pribadi dan politiknya, Soekarno sering mengutip pengaruh yang kuat dari ibunya dalam membentuk pandangannya tentang kebangsaan dan perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.
Ida Ayu Nyoman Rai juga sering menjadi sumber inspirasi bagi Soekarno dalam hal seni dan budaya.
Soekarno tumbuh sebagai anak yang sangat terpengaruh oleh lingkungan budaya dan seni di sekitarnya, terutama dalam hal seni gamelan dan tari Bali.
Baca Juga: Ketahui 3 Mobil Termahal di Pasaran Saat Ini, Ada Yang Capai 230 Miliar Rupiah
Ida Ayu Nyoman Rai meninggal dunia pada tahun 1938, saat Soekarno sedang dalam pengasingan di Ende, Nusa Tenggara Timur.
Kematian ibunya tersebut sangat mempengaruhi Bung Karno secara emosional dan spiritual.
Presiden Soekarno merasa kehilangan orang yang sangat dicintainya dan menjadi semakin tekun dalam perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Ulasan Toyota Kijang Innova: Mobil MPV Legendaris dengan Desain Elegan dan Kokoh
Meskipun tidak banyak informasi yang tersedia tentang kehidupan pribadi orang tua Presiden Soekarno, namun pengaruh dan sumbangsih mereka bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia dan perkembangan seni dan budaya di Indonesia tidak dapat dipungkiri.
Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai adalah sosok-sosok penting dalam sejarah Indonesia yang patut dihormati dan diingat sebagai bagian dari warisan budaya dan kebangsaan Indonesia.***