Sulutzone.com — Insiden kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di Jalan Batu Ceper, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (31/8/2026) siang.
Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya 114 unit rumah hangus terbakar dan menyebabkan 310 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal sementara.
Laporan kebakaran diterima petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jakarta Pusat pada pukul 13.40 WIB. Petugas tiba di lokasi enam menit kemudian dan langsung mengupayakan pemblokiran perambatan api di tengah rapatnya pemukiman.
"Kebakaran di Kecamatan Gambir ini sudah bisa dilokalisir, tinggal pendinginan saja di jam 16.17 WIB. Kita terima berita 13.40 WIB, 13.46 WIB kita sudah mulai bekerja," terang Kepala Suku Dinas Damkar Jakarta Pusat, Syarifudin.
Operasi Pemadaman dan Penyebab Kebakaran
Untuk memadamkan si jago merah, sebanyak 21 unit mobil pemadam dan 135 personel gabungan diterjunkan ke lokasi. Tantangan utama petugas di lapangan adalah akses jalan yang sempit serta material bangunan yang mudah terbakar.
Syarifudin memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Penyelidikan mengenai sumber api diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan Puslabfor.
Data Ringkasan Peristiwa Kebakaran Gambir
| Parameter Peristiwa | Data Kunci Perkara |
| Lokasi Kejadian | Jl. Batu Ceper, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat |
| Waktu Peristiwa | Senin, 31 Agustus 2026 (Waktu Lapor: 13.40 WIB) |
| Kerusakan & Dampak | 114 Unit Rumah Hangus | 310 Kepala Keluarga (KK) |
| Pengerahan Armada | 21 Unit Mobil Damkar & 135 Personel |
| Status Korban | Nihil Korban Jiwa |
| Status Pemadaman | Padam Total Pukul 18.00 WIB |
Pemkot Jakpus Prioritaskan Bantuan Masa Tanggap Darurat
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat bergerak cepat memberikan penanganan darurat bagi para pengungsi. Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyatakan bahwa perbaikan rumah baru akan dibahas usai masa tanggap darurat selesai.
"Perbaikan atau rekonstruksi rumah warga akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai. Pemkot menyiapkan kebutuhan dasar meliputi makanan, air bersih, hingga pemulihan jaringan listrik oleh PLN," jelas Arifin, Selasa (1/9/2026).
Sejumlah lokasi pengungsian seperti Pos RW 01, tenda darurat, dan gedung parkir telah disiapkan, meski sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.