Sulutzone.com -- Pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, soal usulan memindahkan gerbong khusus wanita ke tengah rangkaian KRL mendadak viral dan menuai sorotan publik.
Usulan tersebut muncul pasca kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang berdampak pada gerbong paling belakang, yang diketahui merupakan gerbong wanita.
Namun, sejumlah pihak menilai langkah itu belum menyentuh akar persoalan keselamatan transportasi. Posisi gerbong dianggap bukan faktor utama penyebab risiko kecelakaan.
Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa fokus utama bukan pada perbedaan gender.
“Intinya bukan laki-laki atau perempuan, tapi bagaimana kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
AHY juga memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna meningkatkan sistem keselamatan transportasi secara keseluruhan.