SULUTZONE.COM - Iin Achsien, seorang relawan kemanusiaan yang juga pendiri Rumah Teduh dan Peaceful Land, membagikan cerita pilu tentang penanganan kasus Raya, seorang balita berusia empat tahun di Sukabumi.
Raya meninggal pada 22 Juli 2025 dalam kondisi tubuh yang memprihatinkan, dipenuhi cacing.
Kisah ini bukan hanya tentang duka, tetapi juga tentang perjuangan tim relawan menghadapi rumitnya birokrasi demi menolong seorang anak.
Baca Juga: Tragedi Raya, Bocah 3 Tahun di Sukabumi Meninggal Akibat Infeksi Cacing Parah Hingga ke Otak
Setelah mengetahui kondisi Raya, lin dan timnya segera memutuskan untuk mengevakuasi balita tersebut ke rumah sakit daerah.
"Alhamdulillah rumah sakit daerah ini luar biasa mendukung banget ya karena sangat memudahkan kami," ujar lin.
Ia menambahkan bahwa dukungan dari pihak rumah sakit sangat membantu, terutama karena Raya tidak memiliki identitas kependudukan, apalagi BPJS.
Baca Juga: Polres Talaud Gelar Patroli Presisi, Jaga Keamanan dan Ketertiban di Wilayah Kota Melonguane
Namun, ketiadaan identitas ini menjadi kendala besar.
Pihak rumah sakit memberikan waktu tiga hari bagi tim relawan untuk mengurus administrasi Raya.
"Tiga hari itu kami upayakan untuk ke pihak-pihak terkait," jelas lin.
Baca Juga: Proyek Air Baku Makalisung Rp 11,9 Miliar di Tomohon Terkesan Asal Jadi dan Diduga Sarat Korupsi
Namun, perjuangan mereka tidak semudah yang dibayangkan.
Iin menceritakan bagaimana mereka "dipimpong ke sana ke sini" saat mencoba mengurus identitas Raya. "Itu relawan aku sampai nangis," kenangnya, menggambarkan betapa beratnya birokrasi yang harus mereka hadapi.
Untuk informasi lebih lanjut seputar berita kemanusiaan, kunjungi sulutzone.com.