Kemiskinan dan Gangguan Mental Jadi Penghalang
Di balik tragedi ini, terungkap fakta pilu lainnya: kedua orang tua Raya, Udin (32) dan Endah (38), ternyata memiliki gangguan kejiwaan (ODGJ).
Kondisi ini menyebabkan Raya tumbuh tanpa pengawasan optimal, sering bermain di tanah, bahkan di kolong rumah.
Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, membenarkan bahwa pemerintah desa sudah berupaya membantu keluarga ini dengan berbagai program, termasuk pemberian makanan tambahan.
Namun, kendala terbesar muncul saat tim relawan berupaya mengurus identitas Raya untuk mendapatkan jaminan kesehatan. "Kita langsung ke Disdukcapil, diarahkan ke Dinas Sosial karena orang tuanya ada keterbelakangan mental," cerita Iin Achsien.
Sayangnya, upaya tersebut menemui jalan buntu.
Akibatnya, biaya perawatan Raya yang mencapai puluhan juta rupiah harus ditanggung oleh Rumah Teduh.
Meskipun mendapat keringanan, Iin Achsien mengakui bahwa situasi ini menunjukkan betapa sulitnya penanganan kasus-kasus kompleks yang melibatkan kemiskinan dan kondisi mental.
Kisah tragis Raya menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kesadaran terhadap kesehatan, sanitasi, dan dukungan bagi keluarga yang kurang mampu.
Untuk membaca berita selengkapnya mengenai isu-isu terkini dan kasus-kasus viral, terus ikuti pembaruan di sulutzone.com.