nasional

MTPJ 26 Jan – 1 Feb 2025 – “Saat Hidup Berdiakonialah” – Lukas 16:19-31

Minggu, 26 Januari 2025 | 09:05 WIB
MTPJ GMIM (Dodoku GMIM) (Ist)

Mengakhiri bulan Januari dan memasuki bulan Februari tahun 2025 ini dalam sorotan tema “Saat Hidup Berdiakonilah” kita orang percaya diingatkan:

  1. Diakonia adalah salah satu dari tiga tugas Gereja, yakni: bersekutu, cerobong dan melayani (diakonia). Berdiakonia berarti mempunyai hati yang rela memberi untuk orang lain. Kerelaan yang muncul dari sikap kepedulian terhadap sesama kita, bukan nanti ketika kita berkecukupan atau kaya baru memberi bagi orang lain. Kita ingat akan kisah seorang janda di Sarfat yang hanya mempunyai tepung dan minyak yang sedikit, namun dengan ketulusan hati ia membuat bagi Elia roti dan Tuhan Allah mewujudkan janda tersebut. Sehingga tepung dalam tempayan dan minyak dalam buli-buli tidak pernah habis (1 Raj. 17:7-16). Hati yang rela memberi sebagaimana Yesus Kristus juga yang rela memberi hidup-Nya untuk menyelamatkan umat manusia (Yoh. 3:16).
  2. Kekayaan adalah anugerah Tuhan Allah. Harta yang diperoleh baik itu dari warisan atau karena kerja dan usaha kita janganlah membuat kita sombong dan hanya mementingkan diri sendiri. Tetapi pakailah itu juga untuk berdiakonia bagi orang lain. Ada begitu banyak orang yang ada di sekitar kita yang berkekurangan, seperti: janda, anak-anak yatim piatu, orang miskin, sakit menahun, terlantar dan terpinggirkan, mereka membutuhkan uluran tangan. Bantulah mereka dengan kekayaan dan harta yang kita miliki, sebab ketika kita memberi untuk mereka yang membutuhkan, berarti kita sudah memuliakan Tuhan Allah yang menganugerahkan berkat-Nya bagi kita. Tuhan Allah kita mahakaya, karena Ia adalah Pencipta alam semesta, tetapi Ia rela datang ke dunia ini melalui Yesus Kristus. Ia menjadi miskin karena kita, maka kita yang miskin menjadi kaya di dalam Dia (2 Kor. 8:9).
  3. Kemiskinan dalam tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan akan selalu ada. Orang miskin adalah mereka yang tidak mempunyai apa-apa atau berkekurangan untuk makan atau minum. Tinggal di tempat-tempat yang tidak layak bahkan sampai menjual dirinya ke dalam abadi (2 Raj 4:1; Amos 2:6-7). Alkitab mencatat bahwa kemiskinan juga disebabkan karena kemalasan dan mabuk (Amsal 30:13; 23:21). Atau disebabkan oleh ketidakadilan sosial.
  4. Hidup yang Tuhan anugerahkan Allah haruslah diisi dengan melakukan apa yang baik dan berkenan kepada-Nya. Sebab tiba waktunya kita akan kembali kepada Dia, Sang Pemilik kehidupan. Kita akan mempertanggungjawabkan secara pribadi apa yang sudah kita lakukan selama hidup, apakah hidup sesuai dengan kemauannya atau tidak. Ingatlah tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak akan mati, baik ia miskin atau kaya raya, kekayaan manusia tidak akan bisa menghalangi kematian. Kehidupan kekal bersama dengan Bapa di sorga atau sengsara di alam maut hanya Dia yang berhak menentukannya.
  5. Tuhan Allah memberi kepada kita Kitab Suci (Alkitab) untuk dipahami, dihayati dan dilaksanakan. Ia juga memberi kepada kita para pengajar mengenai firman-Nya, yakni: Diaken, Penatua, Guru Agama dan Pendeta. Hargailah pelayanan mereka dan dengarkanlah bukti mereka tentang Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan penyelamat. Tetaplah setia dan lakukanlah kehendak-Nya, maka suasana damai, ketentraman, damai sorgawi bagaikan berada “dipangkuan Abraham” pasti akan kita alami.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

  1. Apa yang dapat kita pahami tentang tema “Saat Hidup Berdiakonilah” menurut perikop Lukas 16:19-31?
  2. jelaskan dan jelaskan program diakonia yang sudah dilaksanakan oleh jemaat saudara sampai saat ini.
  3. Daftarkan tantangan dan solusi dalam menjalankan program diakonia untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan.

 NAS PEMBIMBING: Lukas 6:38

 POKOK-POKOK DOA:

  1. Umat ​​Tuhan kiranya diberi hati yang mau berdiakonia dalam segala bentuknya.
  2. Umat ​​Tuhan tidak hanya mementingkan diri sendiri tetapi mau peduli dengan mereka yang membutuhkan pertolongan.
  3. Umat ​​Tuhan mau berusaha dan mengajak orang lain untuk bersama-sama mendayagunakan sumber daya alam dan manusia untuk perbaikan kehidupan yang layak.

 TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:  HARI MINGGU BENTUK IV

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Pembukaan: KJ No.1 Haleluya! Pujilah

Ses. Nas Pembimbing : PKJ No.264 Apalah Arti Ibadahmu

Ses. Pengakuan Dosa : KJ.No. 467 “Tuhanku Bila Hati Kawanku”

Ses. Pemberitaan Anugera Allah: NNBT No.26 Tuhan Yesusku, Mutiara Hatiku

Ses Pembacaan Alkitab: KJ. No.49 Firman Allah Jayalah

Persembahan : KJ No. 433 Aku Suka membagi

Penutup: PKJ.No. 185 “Tuhan Mengutus Kita”

 

ATRIBUT:  Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu Di Atas Gelombang.

Halaman:

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB