ALASAN PEMILIHAN TEMA
Hidup hanya sekali di dunia ini, oleh karena itu orang percaya berusaha mengisi hidup ini dengan melakukan apa yang baik dan berkenan kepada Tuhan Allah serta menjadi alat kesaksian-Nya di manapun ia pergi dan berada. Hidup yang berarti dan menjadi berkat bagi banyak orang adalah harapan setiap orang percaya. Tetapi terkadang ada juga orang percaya yang hanya memusatkan perhatiannya pada diri dan keluarga sendiri. Orang yang demikian ketika kebutuhan hidupnya terpenuhi, maka ia merasa puas dan tidak lagi memikirkan kebutuhan orang lain.
Sekularisme, sikap individualistis atau pementingan diri sendiri tanpa terasa semakin merasuki persekutuan orang percaya. Hal ini ditandai dengan ada orang percaya mulai tidak peduli dengan Ibadah, ketika ada ibadah ia hanya sibuk dengan pekerjaan atau kegiatannya. Ketika ada program “Puasa Diakonal” atau kegiatan penggumpulan dana untuk Panti Asuhan atau Jemaat Mitra, maka ada yang tidak setuju atau menolak.
Berkenaan dengan pergumulan dan tantangan di atas, maka diangkat tema mingguan “Saat Hidup Berdiakonialah” agar warga Gereja sadar untuk menjadi berkat bagi banyak orang.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Salah satu ciri khas dari Injil Lukas adalah penulis memakai perumpamaan, cerita atau narasi untuk mengantarkan pembacanya memahami tentang karya Tuhan Allah dalam Yesus Kristus. Lukas pasal 16 berisi: perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur (16:1-9), kesetiaan mulai dari perkara yang kecil serta nasihat pernikahan (16:10-18) dan narasi tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin (16:19-31 ). Bagian Firman ini menggabungkan antara kehidupan orang Israel di zaman Perjanjian Lama (dengan disebutkan kembali nama Bapa Abraham) dan kehidupan umat Tuhan di zaman Perjanjian Baru (dengan adanya nama Lazarus)
Kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin memberikan gambaran yang jelas mengenai kehidupan manusia selama hidup dan setelah kematian. Pada satu pihak, dijelaskan bahwa orang kaya, yang tidak disebutkan namanya, menjalani kehidupannya dengan menikmati segala kekayaannya. Pertama, ia selalu mengenakan jubah ungu dan kain halus. Penampilanya menggambarkan pakaiannya sangat mahal, sebab jubah ungu hanya dipakai oleh para raja atau bangsawan. Begitu juga dengan kain halus (sejenis bahan sutra) yang harganya mahal. Kedua, setiap hari ia berpesta pora, bergembira dan bersenang-senang bersama teman-temannya. Hidupnya pewarnaan dengan kesenangan duniawi.
Pada pihak lain dijelaskan bahwa ada seorang miskin yang bernama Lazarus badannya penuh borok (Yun. Helko : penyakit bisul yang memenuhi hampir seluruh badan). Ia tidak dapat bergerak banyak sehingga hanya mampu untuk berbaring. Ia berusaha mencari makan dengan duduk di depan pintu rumah orang kaya tersebut. Lazarus si miskin hanya berharap dapat menikmati sisa-sisa makanan dari pesta yang diadakan si orang kaya. Ia tak mampu berbuat apa-apa, bahkan anjing-anjing peliharaan orang kaya datang mengerumuninya. Sungguh pemandangan yang tidak manusiawi, bahwa anjing-anjing peliharaan orang kaya lebih “sejahtera” mendapat makanan yang baik dan bergizi daripada Lazarus yang hanya mencari sisa-sisa makanan saja. Kekayaan dan kemiskinan tidak dapat menghalangi kematian, pada akhirnya orang kaya dan Lazarus yang miskin mati.
Setelah kematian ditulis bahwa Lazarus membawa malaikat ke pangkuan Abraham, sedangkan si orang kaya dibawa ke tempat yang penuh penderitaan dan sengsara di alam maut. Gambaran situasi ini berbeda selama mereka hidup di dunia ini, yaitu orang kaya menikmati kebahagiaan dengan segala kemewahannya, tetapi setelah ia mati, ia menderita. Sebaliknya Lazarus, selama hidupnya sangat menderita lahir dan batin, tetapi setelah ia mati, ia mengalami kebahagiaan boleh duduk di pangkuan Abraham.
Orang kaya dalam bacaan ini menikmati hidupnya dengan cara berpakaian mewah dan berpesta pora, ia hanya ingin berteman dan mengundang orang-orang yang status sosialnya setara dengannya. Kekayaan yang ada padanya hanya untuk diri sendiri, ia tidak peduli dengan orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan sikapnya ketika ada orang miskin di depan pintu rumahnya, ia tidak peduli apalagi membantu baik itu memberi uang atau makanan. Sisa makanan saja sulit untuk diberikan kepada Lazarus yang miskin dan menderita kelaparan. Hidupnya berlimpah, tetapi hati nuraninya “miskin” untuk peduli apalagi memberi untuk orang lain. Dampaknya ketika ia mati ia sangat menderita bahkan penuh kesakitan dalam nyala api yang tak pernah padam. Sebaliknya Lazarus dalam kemiskinan dan penderitaan sakitnya tidak dapat berbuat apa-apa, ia hanya bisa pasrah dengan keadaannya.
Orang kaya ini sangat menderita, tetapi ia masih mengingat lima saudaranya yang masih hidup agar mereka tidak masuk ke tempat yang penuh dengan dirinya. Ia meminta kepada Abraham agar mengutus Lazarus untuk memperingatkan mereka, karena dalam pemikirannya mungkin kalau ada orang yang bangkit dari antara orang mati yang memberitakan tentang Firman Tuhan saudara-saudaranya akan langsung percaya, tetapi permintaannya tidak dikabulkan oleh Abraham. Alasannya karena di dunia masih ada orang-orang yang memberitakan tentang Tuhan Allah (tercantum dalam kesaksian Musa dan para nabi). Sehingga inginnya saudara-saudara orang kaya itu mendengarkan dan percaya. Sebab kalau mereka tidak mau mendengarkan meskipun ada orang yang bangkit dari antara orang mati memberitakannya, mereka tidak akan percaya.
Hal ini juga menegaskan bahwa pemberitaan mengenai kebenaran firman Tuhan tidak selalu harus dituntut disertai dengan “mujizat yang luar biasa” kemudian seseorang itu percaya, tetapi percaya itu muncul dari pendengaran mengenai firman Tuhan yang benar.
Makna dan Implikasi Firman
Artikel Terkait
Polsek Tikala Lakukan Patroli Rutin di Kelurahan Banjer untuk Ciptakan Keamanan dan Ketertiban
Sat Lantas Polresta Manado Tingkatkan Pelayanan Maksimal dengan Pengaturan Lalu Lintas di Titik-Titik Strategis
Polsek Pelabuhan Manado Amankan 150 Liter Miras Ilegal dalam Operasi Razia di Pelabuhan
Semarak dan Meriah! Keluarga Besar Polresta Manado Gelar Color Run 2025
Prabowo Bertemu Modi: Kami Berdiskusi Sangat Intensif dan Terbuka
Prabowo Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan India untuk Indonesia di Keanggotaan BRICS
Prabowo dan Modi Saksikan Pertukaran Lima MoU Kerjasama Indonesia-India, Kesehatan hingga Digital
Kodim 1312/Talaud Pacu Produksi Padi, Ketahanan Pangan Talaud Terjamin
Para Nabi dalam Islam, Kristen, dan Yahudi: Sebuah Perbandingan
Rekap BRI Journalism 360 Promedia di Kota Medan: Peluang Mahasiswa Sukses Jadi Content Creator hingga Bisnis Digital Bagi Pengusaha Media!