nasional

Presiden : Saatnya Bulog Lakukan Penyerapan Jagung Lokal.

Selasa, 23 April 2024 | 19:02 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Dok. Kementrian Pertanian)

SulutZone.com, Gorontalo - Meski hujan panen jagung dan gabah sedang menurunkan harga komoditas tersebut di pasaran, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai ini sebagai bukti produksi yang melimpah.

Dalam kunjungan mereka ke Desa Kotaraja, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, keduanya meminta Bulog untuk segera menyerap hasil panen petani.

Menurut Presiden Jokowi, penurunan harga tersebut menunjukkan bahwa produksi jagung dan gabah di Indonesia telah melimpah.

Baca Juga: Forkopimda Sulut Kunjungi Warga Sitaro Terdampak Erupsi Gunung Ruang

Namun, ia juga berharap agar harga tidak terjun bebas dan merugikan petani.

"Artinya kalau harganya sudah turun seperti itu, maka produksinya pasti melimpah. Dan kita harapkan produksinya naik, tetapi harganya juga meningkat, ini yang harus dilakukan pemerintah dengan mungkin pembelian-pembelian oleh Bulog," ujar Presiden, Senin, (22/2024).

Presiden Jokowi juga mengapresiasi penurunan impor jagung yang sebelumnya dapat mencapai 3,5 juta ton, kini telah turun menjadi 400-450 ribu ton.

Ia terkesan dengan Provinsi Gorontalo yang memiliki lahan jagung dan kelapa yang sangat luas.

Dalam situasi yang sama, Mentan Amran Sulaiman juga meminta Bulog untuk segera menyerap produksi jagung dan gabah dalam negeri.

Baca Juga: Kejaksan Tinggi Sulawesi Utara Eksekusi 5 Tersangka Kasus Korupsi RSUD Walanda Maramis ke Bui

Ia khawatir jika Bulog tidak menyerap, harga jagung dan gabah di tingkat petani akan semakin jatuh.

"Apakah kita mau impor lagi? Kita kan sudah stop impor nih dan jangan sampai berikutnya terjadi impor lagi. Bulog harus bergerak cepat, kami harap betul Bulog bergerak, kenapa? Kalau ini terus menerus seperti ini kapan selesainya itu impor beras dan jagung," ujarnya.

Mentan Amran Sulaiman tidak hanya menekankan penyerapan hasil panen, tetapi juga pembelian dengan harga yang menguntungkan petani.

Ia tidak ingin petani merugi karena harga jual panen lebih rendah dari biaya produksi.

Halaman:

Tags

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB