Transformasi STIPAK Taman Harapan: Dari Kelas Tutor Hingga Resmi Bermitra dengan STT IKAT Jakarta

photo author
Victory Pangkey, Sulut Zone
- Senin, 16 Februari 2026 | 14:40 WIB
MoU Antara STIPAK Taman Harapan dan STT IKAT Jakarta (Original)
MoU Antara STIPAK Taman Harapan dan STT IKAT Jakarta (Original)

JAKARTA, SULUTZONE - Sebuah babak baru dimulai bagi Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Kristen (STIPAK) Taman Harapan. Lembaga pendidikan ini sukses menggelar wisuda perdana bagi 12 lulusannya, sekaligus memperkuat legitimasi akademiknya melalui jalinan kemitraan resmi dengan STT IKAT Jakarta.

​Langkah strategis ini menandai transisi STIPAK Taman Harapan yang sebelumnya berstatus sebagai kelas tutor menjadi sekolah mitra mandiri yang siap mencetak pelayan jemaat berkualitas.

​Wisuda Perdana: Momen Haru 12 Lulusan Pertama

Para Wisudawan STIPAK Taman Harapan
Para Wisudawan STIPAK Taman Harapan (Istimewa)

​Prosesi wisuda yang berlangsung khidmat digelar di Gedung Forum Teknologi LEMIGAS, Jakarta Selatan, pada Jumat (13/2). Ke-12 wisudawan angkatan pionir ini dikukuhkan di hadapan keluarga dan sivitas akademika dalam suasana penuh syukur.

​Hingga saat ini, STIPAK Taman Harapan telah membina sekitar 70 mahasiswa aktif. Menariknya, latar belakang mahasiswa di sini sangat inklusif, diantaranya Guru-guru di daerah pelosok, Istri pendeta dan pelayan jemaat. masyarakat umum dari berbagai rentang usia.

​Peresmian Kerja Sama Strategis

​Menyusul momentum wisuda, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan pada Minggu (15/2) di Gedung Soho Pancoran. Dokumen kerja sama diteken langsung oleh Dr. Jimmy M.R. Lumintang, M.Th., MBA (Rektor STT IKAT Jakarta) dan Friska L. Piay, S.Kep., M.Pd (Ketua Yayasan Taman Pengharapan Bersama).

​Melalui kemitraan ini, STT IKAT Jakarta berkomitmen memberikan pendampingan akademik penuh guna memastikan standar pendidikan di STIPAK Taman Harapan terus meningkat dan mampu berkembang secara mandiri di masa depan.

​"Di STT IKAT, yang utama bukan uang, melainkan niat. Pendidikan harus mampu mengangkat harkat dan martabat manusia," ujar Dr. Jimmy dalam sambutannya yang menekankan aksesibilitas pendidikan.

 

​Panggilan untuk Melayani

​Ketua Yayasan, Friska L. Piay, turut menitipkan pesan mendalam bagi para alumni agar ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang kelas. Beliau berharap para lulusan mampu menjadi sumber pengharapan di tempat pelayanan masing-masing.

​Pada kegiatan MoU ada refleksi rohani dari Pdt. Dr. Renly Suling, yang mengingatkan esensi utama dari pendidikan teologi: panggilan menjadi hamba Kristus yang berdampak bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Victory Pangkey

Sumber: istimewa

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X