JAKARTA, SULUTZONE - Sebuah babak baru dimulai bagi Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Kristen (STIPAK) Taman Harapan. Lembaga pendidikan ini sukses menggelar wisuda perdana bagi 12 lulusannya, sekaligus memperkuat legitimasi akademiknya melalui jalinan kemitraan resmi dengan STT IKAT Jakarta.
Langkah strategis ini menandai transisi STIPAK Taman Harapan yang sebelumnya berstatus sebagai kelas tutor menjadi sekolah mitra mandiri yang siap mencetak pelayan jemaat berkualitas.
Wisuda Perdana: Momen Haru 12 Lulusan Pertama
Prosesi wisuda yang berlangsung khidmat digelar di Gedung Forum Teknologi LEMIGAS, Jakarta Selatan, pada Jumat (13/2). Ke-12 wisudawan angkatan pionir ini dikukuhkan di hadapan keluarga dan sivitas akademika dalam suasana penuh syukur.
Hingga saat ini, STIPAK Taman Harapan telah membina sekitar 70 mahasiswa aktif. Menariknya, latar belakang mahasiswa di sini sangat inklusif, diantaranya Guru-guru di daerah pelosok, Istri pendeta dan pelayan jemaat. masyarakat umum dari berbagai rentang usia.
Peresmian Kerja Sama Strategis
Menyusul momentum wisuda, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan pada Minggu (15/2) di Gedung Soho Pancoran. Dokumen kerja sama diteken langsung oleh Dr. Jimmy M.R. Lumintang, M.Th., MBA (Rektor STT IKAT Jakarta) dan Friska L. Piay, S.Kep., M.Pd (Ketua Yayasan Taman Pengharapan Bersama).
Melalui kemitraan ini, STT IKAT Jakarta berkomitmen memberikan pendampingan akademik penuh guna memastikan standar pendidikan di STIPAK Taman Harapan terus meningkat dan mampu berkembang secara mandiri di masa depan.
"Di STT IKAT, yang utama bukan uang, melainkan niat. Pendidikan harus mampu mengangkat harkat dan martabat manusia," ujar Dr. Jimmy dalam sambutannya yang menekankan aksesibilitas pendidikan.
Panggilan untuk Melayani
Ketua Yayasan, Friska L. Piay, turut menitipkan pesan mendalam bagi para alumni agar ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang kelas. Beliau berharap para lulusan mampu menjadi sumber pengharapan di tempat pelayanan masing-masing.
Pada kegiatan MoU ada refleksi rohani dari Pdt. Dr. Renly Suling, yang mengingatkan esensi utama dari pendidikan teologi: panggilan menjadi hamba Kristus yang berdampak bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Tokoh Adat dan Agama Kab. Talaud Apresiasi Kinerja Polsek Pelabuhan Polresta Manado dalam Mengantisipasi Peredaran Miras ke Talaud
Pemkot Manado Rapatkan Barisan dengan Tokoh Agama Jelang Hari Raya
Harmoni di Hari Bhayangkara ke-79, Polres Talaud Gelar Doa Lintas Agama untuk Polri yang Lebih Baik
Talaud Kuatkan Toleransi, Wabup Anisya Ajak Lintas Agama Kerja Bakti Bangun Rumah Ibadah
Doa Bersama Lintas Agama di Kodim 1312/Talaud, Simbol Persatuan di Hari Ulang Tahun ke-80 TNI