Kepolisian setempat kala itu menyimpulkan struktur rangka wahana tidak memenuhi standar keamanan.
Di sisi lain, sanksi yang diberikan kepada pengelola bersifat administratif tanpa tindak lanjut perbaikan sistemik. Akibatnya, kasus serupa terus berulang di tempat lain.
Pelajaran dari Deretan Tragedi
Berulangnya insiden di berbagai daerah menunjukkan sistem keamanan wahana permainan di Indonesia masih jauh dari kata ideal.
Tak hanya di taman bermain besar, tetapi juga di pasar malam rakyat yang ramai setiap akhir pekan.
Di sisi lain, warga juga membutuhkan jaminan wahana yang mereka datangi aman, sementara pengelola wajib memastikan semua peralatan terjamin keamanannya saat dimainkan.***
Artikel Terkait
Penipuan Digital Semakin Mengganas: Rp7 Triliun Raib, Indonesia Puncaki Laporan Scam Global
Kejagung Menyita Aset 1 Bidang Tanah Milik Anak Riza Chalid dalam Kasus Dugaan Korupsi Minyak
Wacana Pemutihan Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan: Pemerintah Masih Tahap Hitung, Dirut Sebut Beban Capai Rp10 Triliun
Whoosh: Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi
Prabowo Sebut Karakter Bangsa Indonesia Terlalu Baik dan Ingatkan Anak Muda Jangan Jadi Pemimpin yang Lugu
IFG dan Bahana TCW Dorong Tata Kelola Investasi Asuransi Berbasis Risiko Lewat CFO Forum AAUI 2025
Kemelut Kereta Cepat Whoosh: Mahfud MD Sebut KPK Aneh hingga Persilakan Lembaga Antirasuah Panggil Dirinya
Timothy Anugerah dan Skandal Perundungan di UNUD, Cerminkan Bullying Bukan Sekadar Pelanggaran Etika
Akar Masalah Proyek Kereta Cepat Whoosh, Pengamat Bongkar soal Pindah Tangan dari BUMN ke Investor China
Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi Pulih Lebih Cepat di Desember 2025, Gen Z Justru Masih Terjebak di Lingkar Pengangguran