Sulutzone.com -- Pasca pelantikan Kepala Daerah pemenang Pilkada 2024 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, 20 Februari 2024, terjadi perbedaan sikap terkait keikutsertaan dalam Retreat Akademi Militer di Magelang. Beberapa Kepala Daerah dari PDI Perjuangan memilih untuk tidak hadir, mengikuti instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Dari Sulawesi Utara, Wali Kota Manado, Andrei Angouw, terlihat bergabung dengan rombongan yang dipimpin Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus. Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, dan Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru, juga kemudian hadir, mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Baca Juga: Tak Ikut Instruksi, Andrei Angouw dan Joune Ganda Tetap Ikut Retreat di Magelang
Sementara itu, Wali Kota Tomohon, Caroll Senduk, Bupati Minahasa Selatan, Franky Wongkar, Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, dan Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, tidak hadir pada hari pertama. Ketidakhadiran mereka menimbulkan pertanyaan apakah ini bukti loyalitas mereka sebagai "petugas partai" kepada Megawati Soekarnoputri, mengabaikan agenda negara. Namun, dilaporkan bahwa mereka hadir di Magelang pada hari kedua, Sabtu (22/2/2025).
Retret ini, yang berlangsung selama sepekan dari 21-28 Februari 2025, diikuti oleh 505 kepala daerah terpilih. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan para pemimpin daerah dalam menjalankan tugas mereka, membangun soliditas, dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah pusat.
Retret ini dibagi menjadi dua gelombang, dengan gelombang pertama diikuti oleh 505 kepala daerah yang telah dilantik, dan gelombang kedua untuk 40 kepala daerah yang pelantikannya menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Agenda retret mencakup berbagai materi pembekalan, latihan fisik, arahan presiden dan wakil presiden, pelatihan kepemimpinan, dan materi strategis.
Baca Juga: Soal Kepala Daerah Tak Hadir Retreat, Ini Kata Mendagri
Para kepala daerah akan menjalani jadwal padat dari pagi hingga malam, dengan kegiatan harian meliputi olahraga pagi, apel, dan sesi pembekalan. Materi pembekalan mencakup efisiensi anggaran, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) jabatan, pemantapan visi nasional, wawasan kebangsaan, dan semangat bela negara dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Menteri Kabinet Merah Putih juga akan memberikan materi terkait Asta Cita, mencakup isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, irigasi, pendidikan, kesehatan, dan kependudukan.
Retret ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para pemimpin daerah dalam menata kebijakan dan menghadirkan inovasi bagi masyarakat, dengan bekal yang diberikan selama retret, diharapkan para kepala daerah dapat menjalankan pemerintahan yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Diketahui Megawati mengeluarkan instrukti melarang kadernya yang menjadi Kepala Daerah bergabung di Magelang keluar setelah Sekertaris Jendral PDI Perjuangan, Hasto ditangkap KPK atas keterlibatannya di kasus Harun Masiku.
Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi ketidak hadiran para Kepala Daerah tersebut di hari pertama Retret.
***
Artikel Terkait
Polresta Manado Gelar Pembinaan Rohani dan Mental bagi Personel untuk Tingkatkan Integritas
Megawati Instruksikan Kepala Daerah PDIP Tunda Retreat, Pasca Penahanan Hasto Kristiyanto
Trump Undang Xi Jinping ke AS: Fokus pada Kesepakatan Perdagangan dan Isu TikTok
Ciliandra Fangiono: Miliarder Muda yang Masuk Jajaran Orang Terkaya Indonesia
Diduga Kepsek Sering Gunakan Dana Bos Untuk Bayar Hutang Pribadi, SD Negeri Tatelu Minut Memprihatinkan! Awak Media Diancam
Bambang Brodjonegoro: Kunci Perkuat Kelas Menengah Indonesia Terletak pada Investasi Besar
Tak Ikut Instruksi, Andrei Angouw dan Joune Ganda Tetap Ikut Retreat di Magelang
Senja Ramadhan di Jakarta: Petualangan Mewah yang Tak Terlupakan
Pri Office: Ketika Kantor Impian Bukan Lagi Sekadar Mimpi di Jakarta
Soal Kepala Daerah Tak Hadir Retreat, Ini Kata Mendagri