Proses pembangunan IKN
Proses pembangunan IKN saat ini sudah memasuki tahap II untuk periode 2025-2029.
Pembangunan tahap pertama di tahun 2022-2024 memakan anggaran Rp89 Triliun.
Dalam pembangunan tersebut, fasilitas yang dibangun adalah jalan tol, 47 tower hunian untuk ASN, air minum, sanitasi, kolam retensi, hingga gedung perkantoran.
Sedangkan tahap kedua dengan alokasi dana Rp48,8 Triliun untuk kawasan inti pusat pemerintahan, kawasan gedung yudikatif, dan gedung legislatif dengan target selesai dibangun dalam 4 tahun.
Target lainnya ialah Presiden Prabowo akan mulai bisa berkantor di IKN pada tahun 2028.
Bagaimana dengan anggaran IKN yang masih diblokir?
Di kesempatan berbeda, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi membenarkan anggaran untuk pembangunan IKN masih diblokir Kementerian Keuangan.
“Anggarannya belum dibuka, jadi anggarannya ada di Otorita IKN dan Kementerian PU,” kata Hasan di Kantor PCO, Gedung Kwarnas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Februari 2025.
Pembangunan masih berjalan karena IKN memiliki dana yang sudah dialokasikan oleh pemerintah.
“Anggaran Rp48 triliun komitmen selama 5 tahun ke depan,” ujar Hasan.
“Sisanya nanti akan didorong yang membangunnya adalah swasta,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Lingkungan Hidup dan Bencana Otorita IKN, Onesimus Patiung.
“Pemangkasan anggaran tidak akan menghambat pembangunan IKN. Kami tetap berjalan. Anggaran operasional kami tetap ada,” ungkapnya pada Sabtu, 8 Februari 2025 di Samarinda.
Artikel Terkait
Cap Go Meh Singkawang: Gibran Rakabuming Raka Rayakan Keberagaman Tanpa Sambutan Resmi!
Pengusaha Harvey Moeis Dihukum 20 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp420 Miliar, Ini Alasan Putusan Diperberat!
Kapolri Terima Audiensi Ketua PBNU, Bahas Penanganan Kekerasan di Pesantren
Kapolri dan Ketua PBNU Bahas Keberagaman serta Isu Kekerasan di Pendidikan