Digital Printing: Solusi Pengrajin Tradisional Raih Royalti - Kemenekraf Dorong Kolaborasi

photo author
Jeffry Langi, Sulut Zone
- Sabtu, 18 Januari 2025 | 13:06 WIB
 Wamenekraf meninjau pengaplikasian digital printing batik di hijab dan kain sarung. (Istimewa)
Wamenekraf meninjau pengaplikasian digital printing batik di hijab dan kain sarung. (Istimewa)

 

Jakarta, sulutzonecom – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mengambil langkah inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan pengrajin tradisional. Melalui pemanfaatan teknologi digital printing, Kemenekraf/Bekraf berupaya memfasilitasi pengrajin dalam memperoleh royalti atas karya-karya mereka.

Dalam pertemuan antara Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf) Irene Umar dengan Direktur Digital Printing Indonesia, Anthony Liem, dibahas potensi penerapan teknologi digital printing dalam industri fesyen. Wamenekraf Irene menekankan bahwa teknologi ini dapat menjadi solusi bagi pengrajin tradisional untuk mendapatkan royalti dari lisensi motif tradisional mereka.

"Kita ingin sekalian memperkenalkan teknologi-teknologi di Indonesia. Selama ini kita mengenal batik dengan berbagai cara pembuatan, mulai dari handycraft, batik cap, hingga batik printing. Lewat batik printing, para pelaku batik tradisional tetap bisa mendapatkan lisensi dan royalti jika motif batiknya dituangkan ke dalam printing," kata Wamenekraf Irene saat audiensi di Menara Merdeka, Jakarta, Jumat (17/1/2025).

Wamenekraf Irene, didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf, Yuke Sri Rahayu, juga meninjau hasil aplikasi logo Ekraf pada kain sarung bermotif tenun dan hijab. Ia berharap teknologi cetak digital tidak hanya melestarikan kerajinan batik dan tenun, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bagi pelaku bisnis fesyen.

Yuke Sri Rahayu menambahkan bahwa inisiatif ini tidak terbatas pada pengrajin batik saja, tetapi juga pengrajin tenun di berbagai daerah, seperti Toraja dan Toba. Ia menekankan pentingnya dukungan dari pelaku bisnis fesyen untuk mewujudkan kolaborasi yang berkelanjutan.

"Dibutuhkan dukungan dari pihak pelaku bisnis fesyen untuk bisa mewujudkan kolaborasi ini," - Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf.

Anthony Liem menyambut positif inisiatif Kemenekraf/Bekraf dan berkomitmen untuk berkolaborasi menciptakan peluang bisnis di sektor ekonomi kreatif. Diharapkan, sinergi antara teknologi dan tradisi ini dapat meningkatkan pendapatan pengrajin dan memajukan industri fesyen Indonesia.

"Ekraf sangat baik dalam melakukan perubahan ekonomi kreatif di Indonesia," - Anthony Liem, Direktur Digital Printing Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X