Anies Desak Kapolri Usut Tuntas Otak di Balik Penyerangan Diskusi dan Pengadangan Aksi

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Minggu, 29 September 2024 | 15:00 WIB
Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan (Ist)
Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan (Ist)

SULUTZONE -- Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas otak di balik penyerangan acara diskusi di Kemang dan pengadangan massa tak dikenal saat aksi Global Climate Strike.

"Kita dukung penuh pak Kapolri @ListyoSigitP beserta jajarannya agar bisa segera mengusut tuntas semua peristiwa ini. 

Tidak hanya terhadap para pelaku di lapangan, tapi juga otak di baliknya," tegas Anies melalui akun X-nya, Minggu (29/9).

Baca Juga: Mengintip Politik Dinasti di Pilkada 2024

Anies menekankan pentingnya kebebasan berbicara dan berpendapat sebagai prinsip demokrasi yang dilindungi oleh konstitusi. 

Ia mengecam keras aksi premanisme yang terjadi terhadap dua agenda penting tersebut dalam dua hari berturut-turut.

"Rakyat tentu memantau, akankah hukum di negeri ini lunglai terhadap pembungkaman kebebasan berbicara?" tanya Anies, mempertanyakan penegakan hukum dalam kasus ini.

Baca Juga: Sulut Raih Peserta Terbaik di Parlemen Remaja 2024

Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (28/9) saat diskusi Forum Tanah Air di sebuah hotel di Kemang, Jakarta Selatan, dibubarkan secara paksa oleh sekelompok orang. 

Diskusi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Refly Harun, Marwan Batubara, Said Didu, M. Din Syamsuddin, Rizal Fadhilah, Sunarko, Tata Kesantra, dan Ida N Kusdianti.

Sejak pagi, sekelompok orang melakukan aksi orasi dari atas mobil komando di depan hotel sebelum acara dimulai. 

Baca Juga: Kepedulian Bhayangkari Polri Untuk Masyarakat di Pulau Sebatik, Beri 4.000 Sembako dan Bangun Sumur Bor

"Tidak terlalu jelas pesan yang mereka sampaikan kecuali mengkritik para narasumber yang diundang dan membela rezim Presiden Jokowi," ungkap Din Syamsuddin dalam keterangannya.

Saat acara hendak dimulai, massa tersebut malah menerobos masuk ke dalam ruangan dan melakukan aksi perusakan. 

"Acara baru akan dimulai massa anarkis memasuki ruangan hotel dan mengobrak abrik ruangan," tambah Din.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: David Lombogia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X