Gus Ibin Akhirnya Dapat Restu Sang Bunda Maju Pilkada 2024

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Sabtu, 20 Juli 2024 | 16:18 WIB
Gus Ibin bersama dengan CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono dan Direktur SketsaNusantara.id di rumah pemenangannya (Istimewa)
Gus Ibin bersama dengan CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono dan Direktur SketsaNusantara.id di rumah pemenangannya (Istimewa)

SulutZone.com, Nganjuk, Jawa Timur - Gus Muhammad Muhibbin Nur, atau yang lebih akrab disapa Gus Ibin, merupakan sosok pemuda asal Nganjuk yang siap bertarung dalam Pilkada 2024.

Terlahir dari keluarga pesantren, Gus Ibin telah ditempa dengan ilmu agama yang kuat sejak kecil.

Bahkan setelah dewasa, ia masih diminta untuk membangun Pondok Pesantrennya, sehingga sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk mengajar para santri.

Baca Juga: Bali Reggae Star Festival 2024 Manado, Berry Fun : Acara Ini Tidak Dipungut Biaya

Gus Ibin adalah putra keempat dari pasangan KH Muhammad Nur dan Ibu Nyai H Maulidiyyatul Ummayyah, pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Al-Mardliyah Mojosari, Loceret, Nganjuk.

Ponpes Mojosari sendiri merupakan salah satu Pondok Pesantren tertua di Nganjuk, yang telah melahirkan banyak tokoh ulama.

Hal ini membuat Gus Ibin dan keluarganya fokus dalam mensyiarkan nilai-nilai agama dan menjauhi urusan politik.

Baca Juga: KPU Tomohon : Visi Misi Calon Kepala Daerah Harus Sesuai RPJPD

Namun, takdir berkata lain, Gus Ibin akhirnya memutuskan untuk maju dalam Pilkada Serentak 2024, sebuah keputusan yang diambilnya tiga bulan sebelum pendaftaran calon.

"Tiga bulan lalu saya tidak berfikiran dan akan mencalonkan diri sebagai calon bupati Nganjuk," ujar Gus Ibin saat diskusi dengan CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono dan Direktur SketsaNusantara.id di rumah pemenangannya, di Loceret, Nganjuk, Kamis (18/07/2024).

Keputusan ini muncul setelah para kyai melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) melakukan diskusi mengenai calon bupati Nganjuk.

Baca Juga: Borneo FC Taklukkan Persis Solo di Laga Perdana Piala Presiden

"Dari diskusi para kyai bahwa calon bupati yang didukung harus dari Pondok Pesantren Mojosari, bukan saya ya tapi masih dari Pondok kami," imbuhnya.

Setelah diskusi tersebut, perwakilan PCNU datang ke pondok pesantren untuk membahas lebih lanjut.

"Pembahasan tersebut diserahkan kepada ibu kami, karena banyak saudara-saudara kami di sini," tuturnya.

Baca Juga: Sepeda Listrik: Kecepatan Tinggi, Risiko Tinggi

Alumni D3 Agribisnis Universitas Brawijaya ini mengungkapkan bahwa PCNU menunggu sekitar dua minggu sebelum akhirnya sang bunda merestui.

"Jadi semua keputusan dan pembahasan untuk maju semua kami serahkan kepada ibu kami, karena restunya di beliau," jelasnya.

Gus Ibin menambahkan bahwa keputusan maju ini tidak hanya didasari oleh restu sang bunda, tetapi juga karena ia melihat banyak permasalahan yang perlu dibenahi di Nganjuk.

Baca Juga: KPU Sulut Gelar FGD Ramah Lingkungan untuk Pilkada Serentak 2024

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X