Mitra -- Sebuah video berdurasi 7 menit 13 detik menjadi viral di media sosial, menampilkan seorang ibu warga Ratatotok yang menyuarakan keluhannya atas dugaan perampasan lahan milik keluarganya oleh mafia tambang.
Dalam video tersebut, ibu bernama Acid itu juga menyinggung kinerja aparat kepolisian dan menagih janji kampanye Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus.
Acid mengaku telah berulang kali melaporkan aktivitas tambang ilegal yang diduga berada di atas lahan keluarganya ke Polres Minahasa Tenggara (Mitra). Namun, hingga kini ia belum mendapat respons maupun tindakan tegas dari pihak kepolisian, bahkan dari Polda Sulut.
"Sudah berkali-kali kami melapor, tapi tidak ada tindakan. Kami hanya rakyat kecil, tanah kami dibabat habis oleh mafia tambang,” ujar Acid dalam video yang kini ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.
Dalam video itu, Acid juga menyebut dua nama yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut, yakni Dery dan Roland, yang menurutnya merupakan perpanjangan tangan dari pihak asing.
Ia juga menduga adanya dukungan "orang besar" di balik aktivitas tambang ilegal tersebut. Bahkan, menurutnya, sejumlah oknum aparat disebut-sebut ikut bermain sehingga kasus ini sulit tersentuh penegak hukum.
Baca Juga: Catatan Kecil Untuk Duet Yulius Selvanus - Victor Mailangkay dalam Memimpin Sulut
Selain menyuarakan isu perampasan lahan dan kinerja kepolisian, Acid juga menagih janji kampanye Gubernur Sulut, Yulius Selvanus.
“Kami cuma ingin keadilan. Kami sudah percaya dan pilih YSK (Yulius Selvanus) waktu pemilihan gubernur, tapi sampai sekarang janji beliau belum terasa. Terindikasi bahwa gubernur hanya omon omon saja buktinya mafia tanah menguasai lahan masyarakat,” tambah Acid.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Mitra maupun Pemerintah Provinsi Sulut terkait pernyataan dalam video viral tersebut.
***