Tiga jenazah korban telah diberangkatkan dari Pelabuhan Manado kembali ke Kabupaten Kepulauan Talaud pada Senin (21/7/2025) sekitar pukul 17.15 WITA, setelah sebelumnya Bupati Talaud, Welly Titah, sempat mengunjungi korban dan keluarga di pelabuhan.
Namun, pemberian kompensasi ini tidak meredakan desakan publik untuk investigasi menyeluruh terhadap kelengkapan keselamatan kapal, buku log, serta kualifikasi kru.
KM Barcelona VA sendiri merupakan kapal yang relatif baru, dibuat pada tahun 2020, dengan dimensi panjang 66,82 meter, lebar 9 meter, dalam 2,9 meter, dan kapasitas 1.106 gross tonnage (GT). Nama pengurus SPI, Hansje, juga tercatat di laman Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Ambon Kementerian Kesehatan.
Pemilik Kapal Belum Bisa Ditemui
Sementara itu, salah satu pemilik Kapal Barcelona yang biasa dipanggil Ci Chen saat dihubungi mengungkapkan kesedihan mendalam dan bela sungkawanya atas tragedi ini.
Namun, dirinya belum bisa bertemu dengan awak media karena dalam kondisi kurang sehat dan tidak sedang berada di Kota Manado.
Polda Sulut juga akan menyusun rencana penyidikan lebih lanjut untuk mengurai peran masing-masing ABK dalam insiden ini.
"Upaya penegakan hukum sedang berproses. Mudah-mudahan cepat selesai proses penyidikannya. Untuk alat-alat bukti sedang kita kumpulkan semua," kata Kombes Pol Eko.
"Kami mohon doa dari masyarakat, agar bisa lebih cepat untuk mengungkap kejadian tersebut, hingga proses persidangan," pungkasnya.
***/Marcosky86