SULUTZONE.COM, KENDARI – Sebuah potret kemiskinan yang berujung maut mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Najwa, seorang bocah perempuan berusia 8 tahun, meregang nyawa setelah terlindas alat berat jenis loader saat sedang menjajakan tisu di jalanan.
Tragedi yang terjadi pada Jumat pekan lalu ini menjadi viral setelah rekaman histeris sang ibu yang memeluk jasad anaknya beredar luas di media sosial.
Di balik kecelakaan maut tersebut, tersimpan fakta yang sangat menyayat hati. Najwa nekat turun ke jalanan malam hari bukan tanpa alasan; ia terpaksa berjualan tisu karena keluarganya sudah tidak memiliki makanan lagi di rumah.
Ibu korban, Nurhana, tak mampu membendung air matanya saat menceritakan detik-detik terakhir bersama putri tercintanya. Sebelum peristiwa itu terjadi, Najwa sempat menatap ibunya dengan sangat lama dari sudut rumah. Ia mengeluhkan kondisi dapur mereka yang sudah kosong tanpa ada nasi maupun beras sama sekali.
"Dia bilang, 'Mak, tidak ada mi nasi, tidak ada mi beras'. Saya bilang cuma sebentar itu untuk adik-adikmu. Dia bilang biar mi, dia mau jual tisu dulu buat beli beras," kenang Nurhana dengan suara bergetar, Sabtu (7/2/2026).
Najwa bahkan sempat bertanya mengenai penampilannya dan meminta dicium dengan lama oleh sang ibu seolah menjadi firasat perpisahan.
Janji terakhirnya sangat menyesakkan dada, ia berjanji akan pulang dengan membawa beras dan uang yang banyak agar mereka bisa makan bersama.
Aparat kepolisian dari Polresta Kendari bergerak cepat menangani kasus ini. Kasat Lantas Polresta Kendari, AKP Kevin Fahri Ramadhan, mengonfirmasi bahwa alat berat jenis loader beserta operatornya yang berinisial ZA telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan bahwa peristiwa ini bukanlah kasus tabrak lari. Operator alat berat mengaku tidak melarikan diri, melainkan tidak menyadari bahwa kendaraannya telah melindas korban di lokasi kejadian.
Baca Juga: Sinergi Tanpa Sekat di Beranda NKRI: TNI AD dan Pemuda Marampit Talaud Percantik Fasilitas Publik
"Untuk operator berdasarkan keterangannya tidak kabur, melainkan tidak sadar kalau alat beratnya melindas korban. Saat ini kasus sudah naik ke tahap penyidikan," jelas AKP Kevin dikutip dari detikcom.
Kepergian Najwa baru diketahui sang ibu selepas waktu Magrib. Salah satu adiknya datang membawa kabar mengejutkan bahwa Najwa sudah tergeletak bersimbah darah di aspal.
Nurhana yang panik langsung berlari menuju lokasi, namun takdir berkata lain, Najwa sudah tidak bernyawa saat berada di pelukan ibunya.
Artikel Terkait
Pimpin Langsung Pengamanan, AKP Ricky Taliwuna Pastikan Acara Adat Manduru’u Tonna di melonguane Talaud Berjalan Khidmat
Hasil Final Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Unggul 3-2 Atas Iran di Babak Pertama!
Wujudkan "Su Irene Su Waide", Bupati Talaud, Welly Titah Buka Dialog Adat Manduru’u Tonna 2026
Revolusi Kesehatan Wanita: Pantyliner Natesh Tawarkan Perlindungan Ekstra Tanpa Dioksin
Gelar Adat Marrunnasa, Bupati Welly Titah Ajak Warga Talaud Hidup Harmonis dalam Semangat Gotong Royong
Fakta Miris Harga Balita Terus Melonjak Saat Dijual Berantai Oleh Sindikat Di Jakarta
Sinergi Tanpa Sekat di Beranda NKRI: TNI AD dan Pemuda Marampit Talaud Percantik Fasilitas Publik
Pastikan ibadah Berjalan aman, Babinsa Ibadah mingguan bersama jemaat di Gereja KGPM
Skandal Impor Barang KW Seret Pejabat Bea Cukai KPK Temukan Aliran Dana Fantastis 7 Miliar Rupiah Per Bulan
Jaga Kekhusyukan Ibadah, Babinsa Koramil 06/Nanusa Gelar Pengamanan dan Komsos di Gereja Imanuel Karatung Talaud