GORONTALO, SULUTZONE.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barisan Relawan Nusantara Raya (BRNR) Provinsi Gorontalo mencium aroma tidak sedap dalam proses tender Pembangunan Sekolah Rakyat Boalemo.
Proyek yang dilelang melalui sistem elektronik (LPSE) pada 7 November 2025 tersebut diduga kuat mengandung unsur maladministrasi.
BRNR menengarai adanya kekurangan teknis dan pelanggaran aturan serius yang berpotensi masuk ke ranah pidana maupun pelanggaran administrasi berat.
Cacat Perencanaan dan Sistem Tidak Sah
Sekretaris Umum DPW BRNR Provinsi Gorontalo, Arham Saidi, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan indikasi ketidakberesan sejak tahap awal pengadaan.
Menurutnya, proses yang sedang berjalan saat ini memiliki risiko hukum yang besar.
“Kami menduga terdapat cacat perencanaan dalam proses pengadaan ini.
Selain itu, sistem pemilihan peserta tender juga dinilai tidak lengkap, sehingga menyebabkan proses tersebut tidak sah secara teknis,” tegas Arham kepada media.
Peringatan Hukum: Uang Negara Harus Dipertanggungjawabkan
Arham juga memberikan peringatan keras terkait potensi pelanggaran pidana dalam proyek pembangunan sekolah tersebut.
Ia mendesak pihak berwenang untuk segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan mendalam.
“Kami berharap pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan terkait dugaan kekurangan dan pelanggaran dalam lelang ini.
Tujuan utama kami adalah memastikan pembangunan sekolah rakyat berjalan sesuai aturan dan transparan.
Ini memakai uang negara, jadi manfaatnya harus optimal bagi masyarakat Gorontalo,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan meminta keterangan resmi dari pihak-pihak terkait, termasuk penyelenggara tender, guna mendapatkan keberimbangan informasi.
Artikel Terkait
Babinsa Koramil 04/Rainis, Sertu Samuel Bawalah Turun Tangan Bantu Warga Angkut Hasil Kebun
Dukung Program Kesehatan, Babinsa Nanusa Pastikan Pelayanan Posyandu Karatung Berjalan Optimal
Potret Kemanunggalan TNI-Rakyat: Babinsa Koramil 1312-07/Miangas Talaud Hadir di Tengah Kesulitan Warga
Viral Kisah Guru di Tapanuli Selatan Sumbangkan Ribuan Meter Tanah Pribadinya demi Bangun Madrasah usai Banjir Bandang
Seorang Guru Honorer di Muaro Jambi Terisak Tangis usai Dipolisikan Gegara Ortu Siswa Tak Terima Anaknya Kena Razia Rambut
Sempat 2 Kali Diperiksa KPK, Bupati Sudewo Merasa Tak Bersalah usai Kini Jadi Tersangka Kasus Suap hingga Jual-Beli Jabatan
Hadiri Forum JPP Promedia, Sekjen Kemensos Jelaskan Sekolah Rakyat Membentuk Karakter Siswa sebagai Agen Perubahan
Ceritakan Sekolah Rakyat untuk Muliakan Anak-anak yang Kurang Mampu, Sekjen Kemensos: Mereka Setara dan Berdaya
Sempurnakan Dokumen Renstra, Sekda Talaud Pimpin Rapat Tindak Lanjut Harmonisasi Kemenkum
Tertibkan Aset Daerah, Wabup Talaud Anisya Bambungan Lakukan Inventarisasi Intensif