Tagar JusticeForEvi menggema sebagai bentuk solidaritas, di mana banyak pihak menilai bahwa klaim kampus mengenai "surat aduan yang tidak sampai ke tangan dekan" hanyalah sebuah alasan klasik untuk menghindari akuntabilitas.
Para netizen menuntut transparansi total, termasuk pemeriksaan terhadap komunikasi terakhir antara korban dan dosen terduga pelaku, serta audit menyeluruh terhadap praktik administrasi di fakultas yang dicurigai penuh dengan pungutan tak resmi.
Kritikan tajam juga datang dari para alumni yang menegaskan bahwa menjaga nama baik kampus bukan berarti menutupi kasus, melainkan dengan cara berani membuang parasit dan predator yang merusak masa depan mahasiswa.
Bagi banyak orang, kepergian Evia dipandang sebagai martir yang suara kematiannya lebih lantang daripada suara rakyat kecil yang selama ini terbungkam oleh sistem.
Pada akhirnya, peristiwa ini menjadi cermin retak bagi Unima dalam menjalankan mandat perlindungan terhadap mahasiswanya sebagaimana diatur dalam regulasi pencegahan kekerasan seksual di perguruan tinggi.
Klarifikasi demi klarifikasi yang dikeluarkan oleh pihak fakultas maupun rektorat kini harus berhadapan dengan bukti-bukti emosional dan tuntutan publik yang menginginkan keadilan yang nyata, bukan sekadar sanksi administratif di atas kertas.
Kado akhir tahun ini menjadi yang terburuk bagi dunia pendidikan, menyisakan pertanyaan besar tentang sejauh mana sebuah institusi mampu jujur pada dirinya sendiri di hadapan hilangnya nyawa seorang mahasiswa yang seharusnya mereka lindungi.
Publik kini menaruh harapan penuh pada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas segala kemungkinan, mulai dari motif tekanan psikologis akibat pelecehan hingga beban non-akademik lainnya, demi memastikan bahwa keadilan bagi Evi tidak berhenti pada sekadar kata-kata belaka.
***/dari berbagai sumber
Artikel Terkait
Transparansi Akhir Tahun: Kapolres Talaud 'Buka-Bukaan' Soal Penanganan Perkara, Capaian Naik Drastis!
Sinergi Kuat TNI-Rakyat: Babinsa Ikut 'Ngecor' Bangun Rumah di Batumbalango Talaud
Babinsa Miangas, Sertu Jainudin: Tangan Dingin Prajurit di Ujung Utara NKRI, Bantu Warga Angkut Material Rumah
Babinsa dan Ratum Banua lirung Talaud Berpadu: Jaga Kelancaran Ritual Sakral 'Mangunsing Ton'na' di Malam Tahun Baru
Dukung Ekosistem EV, PLN UP3 Palu Optimalkan Layanan SPKLU Jelang Tahun Baru
Wujud Kepedulian Sesama, YBM PLN UP3 Tolitoli dan IDI Gelar Khitan Massal Gratis untuk Puluhan Anak
Tingkatkan Kenyamanan Pengendara EV Saat Mudik Akhir Tahun, PLN Perkuat Layanan SPKLU di Jalur Trans Sulawesi
PLN dan Komisi XII DPR RI Nyalakan Harapan: 330 Warga Banggai Terima Bantuan Listrik Gratis BPBL 2025
Perokris PLN UP3 Kotamobagu Hadirkan Terang di Momen Natal melalui Light Up The Dream dan Bantuan Pembangunan Rumah Ibadah
Mahfud MD Soroti Skandal Korupsi Pagar Laut hingga Whoosh, Nilai Hukum Tajam ke Bawah tapi Tumpul ke Atas