Sulutzone.com - Kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan kembali menjadi sorotan publik.
Setelah sempat menyeret nama sejumlah pejabat, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan memperpanjang masa penahanan terhadap mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel.
Langkah ini menandai babak baru penyidikan dari lembaga antirasuah untuk menuntaskan perkara korupsi di tubuh kementerian tersebut.
Perpanjangan Penahanan Selama 30 Hari
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa perpanjangan penahanan terhadap Noel dilakukan selama 30 hari ke depan, terhitung mulai 20 Oktober hingga 18 November 2025.
“Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan kedua untuk tersangka saudara IEG, terkait dengan pemerasan sertifikasi K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat 17 Oktober 2025.
“Dalam perpanjangan kedua ini, masa penahanan berlaku 30 hari ke depan,” imbuhnya.
Penyidik Masih Dalami Keterangan Saksi
Budi menuturkan, perpanjangan ini dilakukan karena penyidik masih memerlukan waktu untuk mendalami kasus secara menyeluruh.
KPK tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi yang diduga mengetahui alur pemerasan dan gratifikasi dalam pengurusan sertifikasi K3 tersebut.
“Artinya memang penyidik membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan penyidikan perkara ini. Tim masih terus menelusuri dan menggali keterangan para saksi,” ucapnya.
Total 11 Tersangka dan Dugaan Kerugian Rp81 Miliar
Dalam perkara ini, Noel tidak sendirian. KPK sebelumnya juga menetapkan 10 orang lainnya sebagai tersangka, yang terdiri dari pejabat hingga pihak swasta yang diduga turut berperan dalam skema pemerasan tersebut.
Dari hasil penyidikan sementara, para tersangka diduga memeras pihak-pihak yang ingin mengurus sertifikasi K3 di lingkungan Kemnaker.
Total uang hasil pemerasan disebut mencapai Rp81 miliar, dengan dugaan Rp3 miliar di antaranya mengalir ke Immanuel Ebenezer.***
Artikel Terkait
Gebyar Bimtek BKN di Talaud: Bupati Welly Titah Dorong ASN Profesional dan Berintegritas
"Jaminan Keamanan Warga! Polsek Melonguane Perkuat Patroli Presisi Mobile, Kamtibmas Talaud Terjaga"
Kunci Transparansi Keuangan Daerah: Wabup Talaud Anisya Bambungan Adopsi Strategi Digital Terbaik di Jawa Tengah.
"Polsek Miangas Jaga Dapur Perbatasan Utara NKRI: 'Gerakan Pangan Murah' Stabilkan Harga Beras"
Victor Mailangkay: P/KB GMIM Benteng Iman dan Motor Pengerak Pembangunan Sosial-Spiritual di HUT Ke-63
Rekomendasi 5 Tempat Wisata Alam di Bintan yang Wajib Dikunjungi Traveler
"Dukung Penuh Pelayanan Rohani, Bupati Talaud Resmi Buka Konsultasi WKI Germita"
Peletakan Batu Pertama Koperasi Merah Putih di Talaud, Welly Titah Apresiasi Peran Kodim 1312/Talaud
Peringkat 1 Polda Sulut: Gerakan Pangan Murah Polres Kepulauan Talaud Raih Hasil Luar Biasa Berkat Liputan dan Jangkauan Terluas
Kapolres Talaud Hadiri Launching Peletakan Batu Pertama Pembangunan Fisik 80.000 Gerai pergudangan dan Kelengkapan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Puti