Manado, Sulutzone.com – Prahara rumah tangga yang berujung pada dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali mencoreng institusi Polri di Sulawesi Utara. Kali ini, seorang istri berinisial Natania Grisela Kawatu (28), dengan berani, membeberkan kisah pilunya dihantam kekerasan berulang kali oleh suaminya, Briptu BKK alias Bryan alias Kevin, yang bertugas di Polres Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Kasus ini kini tengah bergulir di meja hijau Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulut, menyusul laporan yang diajukan Natania pada 15 Juli 2025.
Saat dikonfirmasi pada Jumat (25/7/2025), Natania tak kuasa menahan air mata saat menceritakan pengalaman pahitnya dihantam kekerasan fisik yang juga dipicu oleh dugaan perselingkuhan sang suami dengan seorang wanita bernama Fitraa.
Kronologi Kekerasan yang Mengguncang
Natania menjelaskan bahwa dugaan aksi kekerasan pertama terjadi pada 29 Januari 2025 di kediaman mereka di Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado. Kala itu, ia mengalami luka lebam di bagian tangan akibat pukulan suaminya. "Saya tidak menyangka akan dipukul seperti itu," ujarnya lirih.
Ironisnya, insiden mengerikan tersebut kembali terulang dan bahkan lebih parah pada 2 Mei 2025. Kali ini, Natania mengaku mengalami luka pada bagian mulut dan tubuh setelah kembali mendapat perlakuan kasar dari Briptu Bryan. Dengan suara bergetar, Natania mengungkapkan bahwa insiden ini dipicu oleh pertengkaran hebat setelah ia membongkar dugaan perselingkuhan suaminya dengan Fitraa.
“Saya tahu dia selingkuh dengan Fitraa. Saat saya konfrontasi, dia langsung marah dan memukul saya,” ungkap Natania, menahan emosi yang meluap. "Bagian mulut saya berdarah, dan tubuh saya sakit semua."
Puncak kekesalan Natania juga dipicu oleh ulah Fitraa yang justru seolah bangga dengan perselingkuhan tersebut. Natania membeberkan, Fitraa bahkan sempat mengunggah status di media sosial yang berisi fotonya berpelukan dengan Briptu Bryan, disertai tulisan menantang: "yg ini ngni pe maksud yang da viral? Masi ada sama sama ini".
Tekanan Fisik dan Psikis yang Tak Tertahankan
Tekanan fisik dan psikis yang terus-menerus ini pada akhirnya membuat Natania tak sanggup lagi berdiam diri. Setelah melalui pergulatan batin yang panjang, ia akhirnya memberanikan diri melaporkan suaminya ke Propam Polda Sulut. Laporan tersebut terdaftar dengan Nomor Laporan: SPSP2/LM/78./VII/2025/Subbag Yanduan.
"Saya sudah terlalu lama diam. Kini saya ingin keadilan ditegakkan," tegas Natania, menyuarakan harapannya agar hukum dapat ditegakkan tanpa pandang bulu, terlepas dari status sang suami sebagai aparat penegak hukum. "Saya punya hak untuk hidup aman dan bebas dari kekerasan."
Dengan berlinang air mata, Natania juga secara khusus meminta Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Harry Langie, untuk tidak ragu menindak tegas anggotanya yang diduga melanggar hukum dan telah merusak nama baik institusi. Ia berharap kasusnya bisa menjadi pembelajaran dan memberikan efek jera agar tidak ada lagi korban KDRT di kemudian hari.
Kasus dugaan KDRT yang melibatkan oknum anggota Polri ini kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat kini menanti keseriusan penegakan hukum terhadap aparat bermasalah, guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Bhayangkara. Akankah kasus ini menjadi momentum bagi Polri untuk menunjukkan komitmennya dalam membersihkan internal dari oknum-oknum yang mencoreng nama baik? Natania dan masyarakat luas menantikan jawabannya.
Artikel Terkait
Diduga Ilegal, Tambang Galian Batu di Sangkub Bolmut Disorot: Koperasi Tak Berizin dan Oknum ASN Terlibat
Kembangkan Infrastruktur SPKLU Seluruh Indonesia : PLN, MEBI, dan Alfamart Kolaborasi
Talaud Bergerak! Anisya Gretsya Bambungan, SE Pimpin "Jumat Sehat" di Melonguane, Pejabat hingga Lansia Semangat Berolahraga
Ratusan Siswa SMK dari Berbagai Daerah Antusias Belajar Dunia Perhotelan Bareng ARYADUTA Manado
Sap7a Rasa 2025 di ARYADUTA Manado Sukses Lahirkan Juara Baru Cooking & Carving Sulut
PLN Alirkan Listrik, 607 Kepala Keluarga di Desa Olu dan Lindu Sulteng Bersyukur Sudah Terang Benderang
Dorong Pemerataan Energi Papua, PLN Siap Bangun PLTM 1,2 MW di Supiori
Pembangunan Gereja Mizpa Alo Dimulai, Wabup Talaud, Anisya Gretsya Bambungan, SE : Bukan Hanya Fisik, Tapi Kesaksian Iman
Objek Misterius Ditemukan di Bangkai KM Barcelona V-A, Diduga Korban Hilang
RHK GMIM Senin 28 Juli 2025 : Bermegah Karena Ketabahan Dan Iman Dalam Penderitaan