Situasi Memanas di Pati: Brimob Diterjunkan saat Aksi Unjuk Rasa di Alun-alun

photo author
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 21:31 WIB
Demo Pati berujuk bentrok (istimewa)
Demo Pati berujuk bentrok (istimewa)

Pati, Sulutzonecom – Suasana unjuk rasa di Pendopo Alun-alun Pati pada Rabu (13/8/2025) siang memanas, memaksa aparat keamanan mengambil langkah antisipatif. Eskalasi meningkat saat ribuan massa mulai menunjukkan ketegangan dan berupaya menerobos barikade petugas.

Merespons situasi ini, Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, langsung turun ke lokasi. Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi dan TNI adalah untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. "Kami hadir di sini untuk memastikan penyampaian aspirasi tetap berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan kerugian bagi siapapun," ujarnya.

 Baca Juga: Beredar Surat Pernyataan Berisi Larangan Protes di Medsos untuk Wisudawan Agustus 2025 UNY

Pengerahan Brimob untuk Jaga Keamanan

Ketika ketegangan memuncak, jajaran Brimob lintas ganti diterjunkan untuk memperkuat barisan pengamanan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap beberapa kelompok massa yang mulai mendorong barikade dan melemparkan botol plastik ke arah petugas.

Kapolresta Jaka Wahyudi menjelaskan bahwa pengerahan Brimob bukan untuk menekan, melainkan untuk menjaga keamanan semua pihak. "Brimob hadir bukan untuk menekan, tapi untuk memastikan keamanan bersama, baik peserta aksi maupun masyarakat umum," katanya. Formasi penghalang pun dibentuk untuk menjaga jarak aman antara massa dan petugas.

 Baca Juga: Pengamat Sebut Prabowo Pilih Teddy Jadi Seskab Bukan Karena Kedekatan

Ajakan Dialog dan Seruan Menahan Diri

Meskipun situasi sempat memanas, pihak kepolisian tetap mengedepankan pendekatan humanis. Kombes Pol Jaka Wahyudi berulang kali mengimbau massa untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. Ia juga membuka pintu dialog bagi para demonstran.

"Kami mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menahan diri dan tidak terprovokasi," kata Jaka. "Pintu komunikasi selalu terbuka. Sampaikan melalui korlap, kita siap memfasilitasi."

Kapolresta juga menekankan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh mengorbankan keamanan publik. Ia berharap aksi ini dapat menjadi contoh penyampaian aspirasi yang beradab dan bermartabat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tria Anggreina Kawulusan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X