Sulutzonecom -- Berikut tiga berita hangat di Sulawesi Utara, dari kasus Korupsi yang kini dilirik pihak Polres talaud, Kasus penahanan ijasah oleh toko perlengkapan bayi serta hebohnya makanan Tinutuan dan Paniki masuk daftar makanan terburuk di dunia.
Berikut 3 berita tersebut :
Heboh! Tinutuan dan Paniki Masuk Daftar Makanan Terburuk Di Dunia , Ini Alasannya
Siapa sangka, dua kuliner khas Indonesia, Tinutuan dan Paniki, justru masuk dalam daftar 100 makanan terburuk di dunia versi TasteAtlas, sebuah ensiklopedia makanan dunia. Berita ini tentu mengejutkan banyak orang, terutama masyarakat Sulawesi Utara, yang menganggap kedua makanan ini sebagai warisan kuliner yang kaya.
Tinutuan, bubur khas Manado yang kaya akan sayuran94 seperti bayam, labu, dan jagung, menduduki peringkat ke-16. Meskipun dianggap sebagai sarapan bergizi dan sangat populer di kalangan masyarakat lokal, Tinutuan ternyata kurang mendapat apresiasi dari para penilai di TasteAtlas.
Sementara itu, Paniki, hidangan eksotis berbahan dasar daging kelelawar, menempati posisi ke-36. Meski terdengar ekstrem, Paniki memiliki cita rasa yang unik dan merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Minahasa.
Beberapa faktor mungkin menjadi penyebab penilaian negatif terhadap kedua makanan ini:
- Cita rasa: Kemungkinan besar, cita rasa yang unik dan spesifik dari Tinutuan dan Paniki tidak sesuai dengan selera lidah orang asing.
- Bahan baku: Penggunaan daging kelelawar pada Paniki mungkin dianggap aneh atau menjijikkan oleh sebagian orang.
- Presentasi: Cara penyajian dan tampilan makanan juga bisa mempengaruhi penilaian.
Di balik penilaian negatif, Tinutuan dan Paniki memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Sulawesi Utara. Kedua makanan ini merupakan simbol identitas dan warisan kuliner yang telah diwariskan turun-temurun.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa selera makanan sangatlah subjektif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk budaya, pengalaman pribadi, dan ekspektasi. Namun, hal ini juga menunjukkan pentingnya menjaga dan melestarikan kekayaan kuliner Indonesia, termasuk makanan-makanan tradisional yang mungkin dianggap unik atau aneh oleh orang lain.
Baca Juga: Serangan Balik Bos Toko Bayi Millennium Babies and Kids : Isu Penahanan Ijasah Itu Hoax!
Polres Talaud Bidik Tiga Kasus Dugaan Korupsi, Kerugian Negara Masih Dihitung
dalam upaya pencegahan dan pemberasan korupsi oleh Polres Kepulauan Talaud terus ditabuh.Teranyar, Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Arie Sulistyo Nugroho SIK MH mengungkapkan, ada tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi yang Polres Talaud tangani dan masuk tahap penyelidikan ( Lidik).Dugaan tipikor yang pertama terkait Penyimpangan pendapatan pada PDAM tahun anggaran 2022, selanjutnya dugaan penyalahgunaan dana ADD tahun 2024 yang bersumber dari APBD dan dugaan penyalahgunaan dana Desa Daran tahun anggaran 2016 sampai dengan 2018." Untuk ketiga kasus ini, status perkaranya masih dalam tahap penyelidikan. Dan untuk potensi kerugian negara sendiri yang akan menentukan kerugian negara itu dari BPKP atau BPK atau Inspektorat," ucap Kapolres Talaud, Jumat (17/01/2025).
Terkait itu, Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sulut, dr Sunny Rumawung, menyatakan dukungan penuh kepada APH untuk mengusut tuntas dugaan korupsi yang sedang ditangani sembari mengingatkan agar proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan sungguh-sungguh tanpa kompromi.
“Kami mendukung langkah-langkah penegakan hukum oleh aparat. Namun, ini harus dilakukan secara profesional, jangan sampai upaya pemberantasan korupsi justru menciptakan celah munculnya korupsi baru,” katanya menegaskanIa juga menekankan pentingnya integritas aparat penegak hukum di Sulut dalam melaksanakan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.“Presiden sudah memberikan arahan yang jelas untuk memberantas korupsi. Ini harus dijalankan dengan baik oleh aparat di daerah, tanpa pandang bulu dan tanpa kompromi,” ungkap Sunny diharapkan, supaya segala upaya pemberantasan korupsi di wilayah ini dapat berjalan transparan dan akuntabel. Termasuk penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti bersalah.Menurutnya, dukungan publik terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang penegakan hukum tentu menjadi ' alarm ' bahwa kepercayaan masyarakat harus dijaga.
Baca Juga: David Lombogia : Dari Jurnalis ke Pemimpin, Membawa Harapan untuk Keluarga dan Masyarakat
Toko Perlengkapan Anak Tahan Ijazah Karyawan: Modus Potong Gaji Tak Manusiawi Terbongkar!
Sebuah praktik yang diduga kuat melanggar hukum dan etika bisnis mencuat di Manado.
Toko perlengkapan anak, Millenium Babies and Kids, dituding telah menahan ijazah karyawannya yang mengundurkan diri.
Modusnya, pemotongan gaji dengan alasan yang tidak masuk akal, bahkan mencapai jutaan rupiah dan melebihi gaji yang diterima.
Baca Juga:Polsek Pelabuhan Manado Gencar Razia Miras dan Barang Ilegal di Pelabuhan, Amankan 600 Botol Miras Cap Tikus
Kasus ini mencuat setelah salah satu akun media sosial memposting pengalamannya. Dalam postingan tersebut, terungkap bahwa manajemen toko mempersulit pengambilan ijazah dengan dalih karyawan harus membayar "kekurangan" atau "mines" toko yang nilainya fantastis.
"Mungkin hanya karena kesalahan sistem tapi sudah dibebankan kepada kami," ungkap akun tersebut, menggambarkan betapa beratnya beban yang ditanggung para karyawan. Ironisnya, gaji mereka hanya Rp 1.750.000.
Pengakuan serupa juga datang dari akun bernama Dhita. Ia bahkan pernah menerima gaji hanya Rp 200.000 dari seharusnya Rp 1.750.000 akibat banyaknya barang retur.
Artikel Terkait
David Lombogia : Dari Jurnalis ke Pemimpin, Membawa Harapan untuk Keluarga dan Masyarakat
Polsek Malalayang Lakukan Penjagaan Guna Ciptakan Rasa Aman Saat Melakukan Sholat Jumat di Wilayah Hukum Polresta Manado
Bhabinkamtibmas Polsek Wori Lakukan Problem Solving dan Selesaikan Permasalahan Warga Binaan
Kasat Polairud Polresta Manado Terima Penghargaan dari Kepala Basarnas Manado
Sat Narkoba Polresta Manado kembali Tangkap Pengedar Obat Keras Jenis Thryhexypenidyl
Kurun Waktu Bulan Januari 2025, Polsek Pelabuhan Amankan 1.309 Liter Cap Tikus
Kapolresta Manado Ikuti Kegiatan Kick Off Penanaman Padi Gogo dan Kelapa untuk Ketahanan Pangan Nasional
3 Juta Rumah Gratis dari Pemerintah, Ketahui Syarat dan Kriterianya
Ratusan Personel Polres Manado Amankan Konser Iwan Fals
Serangan Balik Bos Toko Bayi Millennium Babies and Kids : Isu Penahanan Ijasah Itu Hoax!