Minahasa, Sulutzone.com - Bagi warga Desa Tempang Dua di Kecamatan Langowan Utara, Kabupaten Minahasa, jalan bukan sekadar hamparan tanah atau tumpukan batu. Jalan adalah urat nadi kehidupan. Selama bertahun-tahun, ruas jalan Kasamaan–Sembel menjadi saksi bisu perjuangan sehari-hari warga yang melintas sambil membawa hasil bumi, mengantar anak sekolah, atau sekadar bertandang ke desa tetangga dengan rintangan debu di musim kemarau dan kubangan lumpur saat hujan datang mengguyur.
Namun, cerita lama itu kini resmi berganti babak baru. Lewat sentuhan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) hadir membawa perubahan nyata dengan meresmikan pembangunan jalan paving blok di ruas strategis tersebut pada Kamis (21/5). Jalan yang dulunya sulit dilalui, kini telah bersolek menjadi jalur yang rapi, kokoh, dan nyaman untuk dilewati.
Peresmian yang berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur ini dihadiri oleh jajaran manajemen PLN dan pemangku kepentingan daerah. Tampak hadir Manager PLN UP3 Manado Revi Aldrian, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Minahasa Daudson Elie Alpius Rombon, S.T., Manager Sub Bidang Komunikasi dan TJSL PLN UID Suluttenggo Noven Koropit, serta Camat Langowan Utara Everton A. Rantung, SH.
Turut menyaksikan momentum bersejarah ini, Hukum Tua Desa Tempang Dua Septian Lukow, SH., MH., Ketua Kelompok Kaaloran Taawaya Oktavian Lumenon, Assistant Manager TJSL PLN UID Suluttenggo Karen Sengke, dan Manager PLN ULP Kawangkoan Philipus Sampeliling.
Secara terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menyampaikan pesan mendalam mengenai filosofi di balik bantuan infrastruktur ini. Menurutnya, mandat PLN kini telah bertransformasi lebih jauh dari sekadar korporasi penyedia daya listrik.
"Komitmen kami di PLN tidak lagi terbatas pada bagaimana mengalirkan terang ke rumah-rumah warga lewat kabel udara, melainkan bagaimana kehadiran PLN mampu menyalakan lentera harapan dan kesejahteraan di tengah masyarakat," tutur Usman Bangun dengan penuh optimisme.
Usman menambahkan, infrastruktur jalan yang memadai adalah pilar utama dari perputaran roda ekonomi mikro di tingkat pedesaan. "Ketika akses transportasi membaik, ongkos angkut hasil bumi menuruni biaya produksi, mobilitas warga menjadi lebih cepat, dan interaksi sosial pun berjalan lebih lancar. Kami berharap jalan paving blok Kasamaan–Sembel ini menjadi fondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tempang Dua," tegasnya.