Manado, 2 April 2026 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana gempa bumi berkekuatan 7,6 SR yang melanda Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4), Bank Mandiri bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Langkah ini mempertegas posisi Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah yang responsif dalam penanganan situasi darurat di Indonesia.
Regional CEO Bank Mandiri Region X/Sulawesi & Maluku, Nunung Andreas Wisnu, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mendistribusikan bantuan melalui program Mandiri Tanggap Bencana. Bantuan berupa kebutuhan pokok dan logistik mendesak tersebut diserahkan langsung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara dan BPBD Kota Ternate.
Selain penyaluran logistik, Bank Mandiri juga aktif memantau situasi terkini di lapangan. Perseroan telah menyiagakan tim relawan khusus yang siap diterjunkan ke titik-titik bencana guna memberikan dukungan tambahan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dirancang untuk meringankan beban para korban selama masa tanggap darurat. Fokus penyaluran dipastikan fleksibel, mengikuti kebutuhan riil di lapangan berdasarkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Kami bersama relawan Mandirian terus memperkuat sinergi dengan BPBD, otoritas dan pemerintah di Sulawesi Utara maupun Maluku Utara, agar distribusi bantuan berlangsung cepat, aman, dan tepat sasaran. Dalam kondisi darurat seperti ini, koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama,” ujar Nunung dalam keterangan resminya, Kamis (2/4).
Nunung menekankan bahwa aksi ini adalah bukti nyata kehadiran Bank Mandiri di tengah masyarakat, melampaui peran utamanya sebagai penyedia jasa keuangan. Inisiatif kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem sosial yang lebih tangguh melalui tindakan yang nyata dan berkelanjutan.
Terkait aspek operasional, Bank Mandiri menjamin bahwa jaringan kantor cabang dan layanan perbankan di wilayah Sulawesi Utara serta Maluku Utara tetap berfungsi optimal pascagempa. Hal ini bertujuan agar aktivitas ekonomi dan kebutuhan transaksi masyarakat tidak terganggu.
Pemantauan intensif dilakukan terhadap seluruh infrastruktur perbankan, mulai dari kantor fisik, mesin ATM, hingga kanal e-channel. Langkah mitigasi ini diambil untuk menjamin keberlangsungan layanan publik di tengah situasi darurat.
Nasabah juga tetap dapat memanfaatkan layanan digital seperti Livin’ by Mandiri, Kopra by Mandiri, dan Livin’ Merchant yang dipastikan berjalan normal. Kesiapan teknologi ini menjadi bagian dari strategi Bank Mandiri dalam menghadirkan layanan yang andal dan unggul bagi seluruh nasabah.
“Bank Mandiri terus berkoordinasi dengan unit kerja terkait di wilayah terdampak untuk mengantisipasi perkembangan situasi serta memastikan respons yang cepat, terukur, dan tepat. Kami berupaya menjaga layanan tetap andal agar kebutuhan transaksi nasabah dan masyarakat di Sulawesi Utara serta Maluku Utara tetap dapat terpenuhi dengan baik,” pungkas Nunung.
***