JAKARTA, sulutzone.com — PT PLN (Persero) menegaskan kesiapannya menjadi garda terdepan dalam mendukung ekosistem Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Indonesia.
PLN memastikan diri akan bertindak sebagai offtaker atau pembeli siaga dari listrik yang dihasilkan oleh proyek-proyek pengolahan sampah menjadi energi ini.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh percepatan pembangunan PLTSa demi integrasi sistem kelistrikan nasional yang lebih hijau.
Jaminan Infrastruktur dan Kepastian Offtake "Peran kami adalah memastikan kesiapan jaringan, memberikan kepastian offtake, serta membuka ruang kerja sama dengan para pengembang," ujar Darmawan di Jakarta, Kamis (20/11).
PLN juga tengah memperkuat infrastruktur transmisi dan distribusi di wilayah-wilayah prioritas agar setiap PLTSa yang dibangun dapat segera terhubung (interkoneksi) dengan lancar ke sistem kelistrikan milik PLN.
Masuk dalam Rencana Jangka Panjang Keseriusan ini juga tercermin dalam regulasi perencanaan. Executive Vice President Aneka Energi Baru Terbarukan PLN, Daniel K. F. Tampubolon, mengungkapkan bahwa PLTSa telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru.
"Dalam RUPTL 2025–2034 yang kami luncurkan bersama pemerintah pada Mei 2025, waste-to-energy sudah kami masukkan sebagai salah satu pilar pengembangan energi baru terbarukan, khususnya dalam kategori bioenergi," jelas Daniel dalam diskusi panel bertajuk From Waste to Watt.
Tantangan Kualitas Sampah Meski demikian, Daniel menyoroti pentingnya penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di hulu agar komposisi sampah yang menjadi bahan bakar lebih optimal. PLN siap mengambil peran untuk melakukan de-risking investasi guna menjawab tantangan tersebut, memastikan transisi energi berjalan efisien dan berkelanjutan.