Ekonomi Kian Bergairah, Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp9.891 Triliun pada November 2025

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Minggu, 28 Desember 2025 | 00:14 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia dan Uang Rupiah (Dok. Bank Indonesia)
Ilustrasi Bank Indonesia dan Uang Rupiah (Dok. Bank Indonesia)

JAKARTA, SULUTZONE.COM – Likuiditas perekonomian Indonesia atau uang beredar dalam arti luas (M2) menunjukkan tren positif pada penghujung tahun 2025. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan uang beredar pada November 2025 mencapai 8,3% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 7,7% (yoy).

Secara nominal, total uang yang beredar di masyarakat tercatat menyentuh angka fantastis, yakni Rp9.891,6 triliun. Kenaikan ini mengindikasikan aktivitas ekonomi yang semakin dinamis di berbagai sektor.

Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

Peningkatan likuiditas ini tidak terjadi begitu saja. Setidaknya ada dua faktor utama yang menjadi motor penggerak pertumbuhan uang beredar di bulan November:

  1. Peningkatan Penyaluran Kredit: Perbankan semakin gencar menyalurkan kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha. Pertumbuhan kredit tercatat sebesar 7,9% (yoy), lebih tinggi dari bulan Oktober yang berada di angka 7,0%.

  2. Belanja Pemerintah Pusat: Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh signifikan sebesar 8,7% (yoy), melonjak dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang hanya 5,4%. Hal ini menunjukkan realisasi belanja negara yang kuat menjelang akhir tahun.

Infografis Peredaran Uang di Indonesia
Infografis Peredaran Uang di Indonesia (Dok. Bank Indonesia)

Komponen Uang Beredar

Berdasarkan jenisnya, pertumbuhan ini didorong oleh dua komponen utama:

  • Uang Beredar Sempit (M1): Mencakup uang kartal di masyarakat dan giro rupiah, tumbuh sebesar 11,4% (yoy).

  • Uang Kuasi: Seperti deposito berjangka dan tabungan, mencatat pertumbuhan sebesar 5,9% (yoy).

Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih juga tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil di angka 9,7% (yoy), meskipun sedikit melandai dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 10,4%.

Sinyal Positif Bagi Pelaku Usaha

Peningkatan jumlah uang beredar dan penyaluran kredit ini menjadi sinyal positif bagi daya beli masyarakat dan ekspansi dunia usaha, termasuk bagi para pelaku ekonomi di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Ketersediaan likuiditas yang cukup diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap kokoh hingga penutupan tahun 2025 dan menyambut tahun baru 2026.

***/Dede

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: Bank Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X