sulut

“Apa Maksud Ini?” Drumband SD Advent Langowan Dihentikan, Panitia Siap Terima Kritik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:49 WIB
AI


LANGOWAN — Pelaksanaan kegiatan drumband dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Langowan menuai sorotan. Orang tua murid SD Advent Langowan merasa keberatan atas sejumlah kejadian yang dinilai merugikan peserta saat mengikuti kegiatan tersebut.


Keberatan tersebut terutama berkaitan dengan dua hal. Pertama, pembawa acara atau MC menyampaikan bahwa peserta SD Advent Langowan belum berada di garis start. Padahal, menurut pihak sekolah dan orang tua murid, peserta telah mengikuti ketentuan yang disampaikan panitia.

Baca Juga: Wujudkan Pemerataan Energi di Daerah 3T, PLN Resmikan Peningkatan Layanan Listrik 24 Jam di Pulau Beeng Laut, Bebalang, dan Siladen
Kedua, atraksi drumband SD Advent Langowan disebut dihentikan ketika pertunjukan masih berlangsung. Hal tersebut memicu kekecewaan dari orang tua murid yang hadir menyaksikan penampilan anak-anak mereka.


Salah satu orang tua murid bahkan mempertanyakan keputusan tersebut dengan mengatakan, “Apa maksud ini, belum kelar so kase brenti?”


Persoalan tersebut kemudian diklarifikasi kepada panitia pelaksana kegiatan. Sekretaris Panitia HUT Kemerdekaan RI di Langowan, Melky Nender, mengakui adanya kesalahan dari pihak panitia, khususnya dalam penentuan MC yang bertugas dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: CEP Bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid Soroti Antrian Panjang Solar Sejumlah SPBU di Sulut
Melky menjelaskan bahwa sejak awal panitia bersama Forkopimda Kecamatan telah menyampaikan bahwa SD Advent Langowan mengikuti kegiatan dari garis start yang telah ditentukan.


“Panitia memang salah dalam menentukan MC. Kami bersama Forkopimda Kecamatan sudah mengatakan bahwa SD Advent mengikuti kegiatan dari garis start,” ujar Melky saat diklarifikasi awak media.


Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa panitia siap menerima kritik maupun keberatan dari pihak yang merasa dirugikan.


“Jika ada pihak yang merasa dirugikan dan kemudian diviralkan, kami dari panitia siap menerima dan tidak akan ada bantahan,” tegasnya.
Menurut Melky, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi panitia agar tidak kembali terjadi pada pelaksanaan lomba atau kegiatan berikutnya.


Ia memastikan koordinasi dan teknis pelaksanaan akan diperbaiki sehingga seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.


Kejadian ini pun diharapkan menjadi evaluasi bersama, mengingat kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan seharusnya menjadi momentum kebersamaan dan memberikan ruang yang adil bagi seluruh peserta, khususnya anak-anak yang telah mempersiapkan penampilan mereka.

Jmy

Tags

Terkini