MANADO, SULUTZONE.COM – Wali Kota Manado Andrei Angouw menghadiri peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 yang digelar di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, Senin (4/5/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kota Manado ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah kota terhadap para buruh dan pekerja yang berperan penting dalam pembangunan daerah.
Kegiatan yang diikuti sekitar dua ribu buruh dari berbagai konfederasi serikat pekerja tersebut berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Selain menjadi ajang penyampaian aspirasi, peringatan May Day tahun ini juga dirangkaikan dengan aksi sosial seperti bersih-bersih lingkungan, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta pasar murah bagi masyarakat.
Di tengah antusiasme peserta, Andrei Angouw tampak berbaur dan menyapa para buruh yang hadir. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah kota dan para pekerja, sekaligus memastikan bahwa aspirasi mereka mendapat perhatian.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja. Sementara itu, kehadiran Andrei Angouw mempertegas peran Pemerintah Kota Manado dalam mendukung kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh.
Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan simbolis paket sembako kepada perwakilan masyarakat dan serikat pekerja, pelepasan burung merpati sebagai simbol harapan, serta pembagian doorprize kepada peserta. Sejumlah unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara dan undangan lainnya turut hadir dalam kegiatan ini.
Sebagai kepala daerah, Andrei Angouw dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan di tingkat kota selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan pekerja. Partisipasinya dalam peringatan May Day ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah kota membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan para buruh.
Peringatan Hari Buruh Sedunia sendiri merupakan momentum global yang setiap tahun dimanfaatkan untuk menyuarakan hak-hak pekerja. Di Manado, peringatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempererat sinergi antara pemerintah dan pekerja dalam mendorong pembangunan yang inklusif.