MANADO, Sulutzone.com – Kondisi jalan nasional di Kota Bitung, Sulawesi Utara, menjadi sorotan tajam.
Sebagai kota industri dan Pintu Gerbang Pasifik, Bitung dianggap "dianaktirikan" oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut.
Keluhan masyarakat memuncak lantaran kerusakan jalan yang tak kunjung tuntas.
Faktanya, Kota Bitung adalah urat nadi perekonomian Sulut.
Baca Juga: PT. AKAS Jadi Anak Emas Kepala BPJN XV Sulut? Proyek Bernilai Rp103 Miliar Terkesan Serampangan
Ribuan kendaraan berat, mulai dari truk biasa hingga tronton roda 16, setiap hari melintasi jalur ini untuk mengangkut barang ekspor dan impor dari pelabuhan internasional.
Namun, kondisi jalan penghubung Manado-Bitung, terutama di Kecamatan Madidir, sangat memprihatinkan.
Jalanan dipenuhi lubang-lubang besar yang sangat membahayakan pengendara dan menghambat aktivitas ekonomi.
Kerusakan ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara, terutama bagi pengendara roda dua yang sangat rentan terjatuh atau mengalami kecelakaan.
Banyak pihak menilai BPJN Sulut terkesan abai dan hanya melakukan penanganan sementara tanpa solusi jangka panjang.
"Jalan ini sangat membahayakan bagi kami pengendara roda dua. Pihak terkait tidak boleh membiarkan ini, harus diselesaikan tuntas. Jangan cuma tambal saja tapi memang perlu aspal keseluruhan," ujar salah satu pengendara roda dua, kepada awak media, 7 Agustus 2025 lalu.
Masyarakat Bitung berharap BPJN Sulut segera mengambil tindakan serius.