Manado - Informasi mengenai maraknya praktik pengedaran dan penyalahgunaan obat batuk merek Komix berlabel biru di Kota Manado, pertama kali terungkap melalui unggahan di platform Facebook oleh akun Ani Ani Sulut ID.
Berdasarkan investigasi lebih lanjut, media ini mengidentifikasi sebuah toko berinisial TV di kecamatan Malalayang yang diduga kuat terlibat dalam penjualan obat tersebut secara bebas, bahkan kepada anak-anak remaja.
Lebih mengkhawatirkan, informasi dari unggahan Facebook tersebut juga mengindikasikan bahwa toko TV turut memperdagangkan obat keras jenis Arkine secara ilegal.
Selain penjualan obat-obatan terlarang, unggahan di Facebook oleh akun Ani Ani Sulut ID juga menyoroti dugaan praktik toko TV yang menawarkan paket penjualan Komix bersama minuman keras tradisional jenis Cap Tikus.
Baca Juga: Banjir Landa Pusat Kota Bitung, Warga Bertanya-tanya Siapa yang Salah
Kombinasi berbagai zat berbahaya ini jelas membahayakan kesehatan dan berpotensi menimbulkan dampak sosial negatif yang lebih luas, terutama di kalangan generasi muda.
Upaya media untuk mendapatkan konfirmasi dan informasi terkait pengawasan serta tindakan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Manado terkait praktik yang terungkap di media sosial ini menemui jalan buntu.
Saat tim media mendatangi kantor BBPOM Manado, pihak humas memilih untuk tidak memberikan pernyataan resmi yang dapat dipublikasikan.
"Mohon maaf itu hanya untuk informasi saja, kalau untuk keterangan resminya harus pihak yang berkompeten. Atau harus yang esselon 2," ujar salah seorang humas BBPOM.
Permintaan untuk bertemu langsung dengan Kepala BBPOM Manado pun tidak dikabulkan.
Tim media hanya diperkenankan berdiskusi dengan pihak humas, yang pada akhirnya tidak memberikan keterangan resmi terkait isu krusial ini.
Baca Juga: Tolak Sistem Tak Adil, Driver Ojol dan Kurir Akan Gelar Demo Ojol Se-Indonesia Hari Ini
Sikap tertutup BBPOM Manado ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai efektivitas pengawasan obat-obatan, termasuk obat keras seperti Arkine, di wilayah Manado, khususnya di Kecamatan Malalayang, serta komitmen lembaga tersebut dalam memberantas penyalahgunaan obat, khususnya di kalangan remaja.
Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dan transparan dari pihak terkait untuk mengatasi masalah ini demi melindungi kesehatan dan masa depan anak-anak mereka, sebagaimana yang diungkapkan oleh informasi awal dari media sosial.