MANADO, SULUTZONE.COM - Seorang warga Sulawesi Utara, Yolanda Takasabare, mengungkapkan pengalaman pahitnya terkait perawatan medis suaminya di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Malalayang.
Suaminya menjalani operasi batu ginjal pada 8 Januari 2025. Namun, proses pemulihan pasca operasi justru menimbulkan masalah serius yang kini menimbulkan dugaan malpraktik medis.
Menurut Yolanda, suaminya diperbolehkan pulang tiga hari setelah operasi meskipun masih merasakan sakit.
Dua hari kemudian, kondisi suaminya memburuk drastis. Demam tinggi, menggigil, dan nyeri hebat saat buang air kecil memaksa keluarga untuk membawanya kembali ke IGD RSUP Kandou Malalayang.
Di IGD, dokter menyarankan perawatan jalan, namun keluarga menolak karena kondisi pasien yang memprihatinkan.
Pemeriksaan menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih, dan pasien akhirnya dirawat selama lima hari.
Baca Juga: Kapolres Kepulauan Talaud AKBP. Arie Sulistyo Nugroho Hadiri Rapat Koordinasi PSU Di Aula KPU
Selama perawatan, pasien mengalami berbagai keluhan, termasuk penurunan kadar hemoglobin (Hb).
Selama perawatan di RSUP Kandou Malalayang, terungkap beberapa kejanggalan dalam penanganan medis.
Kateter pasien beberapa kali tersumbat, meskipun telah diberi pelumas. Seorang dokter residen bahkan menyarankan kemungkinan adanya penyakit lain selain batu ginjal.
Baca Juga: Forum Mantum BPC HIPMI Se – Sulut Tolak Upaya “Merah-nisasi”
Kondisi ini membuat pasien stres, kehilangan nafsu makan, dan kesehatannya semakin memburuk.
Meskipun dokter spesialis mengunjungi pasien setiap hari, pemeriksaan yang dilakukan terkesan singkat dan kurang memperhatikan keluhan pasien.
Puncaknya, setelah pulang dari RSUP Kandou Malalayang, kondisi pasien justru semakin memburuk.