Sulutzone.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berkomitmen penuh untuk menyelesaikan persoalan Hak Guna Usaha (HGU) PT Ratatotok di Kabupaten Minahasa Tenggara secara adil, transparan, dan berimbang. Langkah ini diambil guna memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi tanpa mengorbankan stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Tim Badan Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Dalam pemaparannya, Gubernur Yulius menjelaskan bahwa PT Ratatotok memiliki dua area HGU (sekitar 200 hektare dan 900 hektare) untuk perkebunan kelapa yang telah beroperasi sejak tahun 1977. Menjelang berakhirnya masa perpanjangan HGU kedua pada tahun 2027 mendatang, mulai muncul dinamika di lapangan akibat adanya masa kekosongan yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
"Selama masa perpanjangan sebelumnya tidak pernah terjadi persoalan yang berarti. Namun pada saat memasuki proses perpanjangan berikutnya, terdapat masa kekosongan yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat untuk masuk ke area tersebut. Kemungkinan masyarakat belum mengetahui bahwa HGU tersebut masih dalam proses perpanjangan," ujar Gubernur Yulius.
Gubernur Yulius menggarisbawahi bahwa Pemprov Sulut melihat persoalan ini dari dua kacamata strategis, yaitu aspek kemanusiaan dan aspek ekonomi.
Dari sisi kemanusiaan dan sosial, Pemprov Sulut tengah menyelaraskan program pembangunan perumahan rakyat dari Presiden RI Prabowo Subianto. Pasalnya, saat ini masih terdapat sekitar 385 ribu keluarga atau 15,48 persen masyarakat Sulut yang sudah berkeluarga namun belum memiliki rumah sendiri.
Sementara dari sisi ekonomi, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi Sulut dengan pertumbuhan mencapai 12,6 persen. Sektor perkebunan kelapa memiliki peran yang sangat krusial, di mana nilai ekspor komoditas kopra Sulawesi Utara pada tahun 2025 saja berhasil menembus angka Rp19,1 triliun.
Artikel Terkait
Babinsa Desa Ambela, Sertu Markus Ratunguri, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama petani padi sawah di Desa Ambela. Ambela, Sulutz
Babinsa Koramil 06/Nanusa Laksanakan Komsos Dengan Masyarakat Nelayan Di Desa Karatung
BSG Bersama PNM dan OJK Sukseskan Giat GENCARKAN 2026 di Bone Bolango
PLN UP3 Palu Pastikan Sistem Kelistrikan Tetap Andal Pasca-Gempa, Masyarakat Diimbau Tenang dan Waspada
Perkuat Sinergi Majukan Daerah, PLN dan Pemprov Sulteng Targetkan Rasio Elektrifikasi 100 Persen pada 2027
Aksi Nyata Kemanusiaan: PLN UP3 Tahuna Gerak Cepat Salurkan Bantuan Logistik bagi Korban Gempa di Kepulauan Sangihe
Peduli Lingkungan Sekaligus Dekat dengan Pelanggan, PLN UP3 Tolitoli Gelar Aksi Eco-Enzyme dan Showcase Pemasaran
Srikandi PLN UID Suluttenggo Gelar 'Srikandi Goes To School' di SMA Eben Haezer Manado, Edukasi Transisi Energi Berkelanjutan dan Serahkan Bantuan Dig
Hadiri Pelantikan PMI Sulut, Wali Kota Andrei Angouw Siap Perkuat Sinergi Kemanusiaan di Manado
Bola Resmi Piala Dunia 2026 Harus Diisi Daya Sebelum Digunakan, Ini Teknologi Canggih di Baliknya