SULUTZONE -- Manado 9/1/2025, Pemerintah tengah gencar menggalakkan program Makan Gratis untuk siswa sekolah.
Tujuan mulia ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia dan mengurangi angka kekurangan gizi.
Namun, implementasi program ini menimbulkan pro dan kontra, terutama di kalangan pengusaha kantin sekolah yang khawatir akan dampaknya terhadap pendapatan mereka.
Baca Juga: Sinergi Tripika Wanea: Evaluasi dan Penguatan Prokamling untuk Keamanan Masyarakat
Ibu JJ, pemilik kantin di salah satu sekolah SMA, telah berjualan di sekolah tersebut selama 15 tahun.
Ia telah membina hubungan baik dengan para siswa dan guru, dan kantinnya dikenal dengan menu-menu yang lezat dan terjangkau.
Namun, kabar tentang program Makan Gratis membuatnya khawatir.
Baca Juga: Personel Polsek Singkil Sambangi Warga Kelurahan Kentang Baru, Tegaskan Pentingnya Kamtibmas
"Saya takut kalau nanti anak-anak sudah makan gratis di sekolah, siapa lagi yang mau beli makanan di kantin saya?" ujarnya dengan nada cemas.
Ibu JJ bukan satu-satunya yang merasakan kekhawatiran ini.
Banyak pengusaha kantin sekolah lainnya yang merasakan hal serupa.
Baca Juga: Polresta Manado dan Polsek Jajaran Tingkatkan Pengawasan Distribusi BBM di SPBU
Potensi penurunan pendapatan memang menjadi kekhawatiran utama para pengusaha kantin sekolah.
Jika siswa sudah mendapatkan makan siang gratis, kemungkinan besar mereka akan mengurangi pembelian makanan dan minuman di kantin.
Hal ini dapat berdampak signifikan terhadap pendapatan dan keberlangsungan usaha mereka.