sulut

Buruh Pelabuhan Beo Ditemukan Tak Bernyawa Oleh Kedua Rekan Kerja

Jumat, 13 September 2024 | 18:19 WIB
TKP Ditemukannya Mayat Jenis Kelamin Laki-laki Yang Teridentifikasi Sebagai AT Warga Desa Beo.

SulutZone, Talaud - Seorang pria ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah mobil truck merek Mitsubishi Center warna kuning, diruas jalan trans Beo-Matahit. Truck kuning ini ditemukan warga diarea kebun Maasing Kecamatan Beo Kebupaten Kepulauan Talaud, pukul 01:00 Wita, Kamis (12/09) dinihari. Diketahuai korban pria ini berinisial AT berusia (39) tahun.

Menurut keterangan Jeiven Alase saksi mata yang menemukan korban AT pertama kali, korban sebelumnya masih melakukan aktivitas bongkar muat material dari kapal tongkang yang sandar dipelabuhan Beo menuju perusahaan pengolahan aspal PT. Akas yang berlokasi di Kecamatan Rainis.

"Saya sempat melihat AT melakukan pekerjaan bongkar muat dikapal tongkang yang sandar diPelabuhan Beo," tutur Jeiven saat ditemui wartawan SulutZone Kamis (12/09).

Jeiven Alase yang juga merupakan rekan korban menambahkan, menjelang pukul 02:00 pagi korban AT sudah tidak terlihat melakukan aktivitas bongkar muat ditempat sebelumnya. Tak lama berselang setelah melakukan pembongkaran material tersebut Jeiven bersama dua orang rekannya pulang kerumah.
"Masuk jam 02:00 Wita, saya tidak melihat Korban lagi diarea Pelabuhan Beo, saya dengan teman-teman pun langsung pulang ke rumah," jelas Jeiven.

Ditengah perjalanan sekira pukul 03.00 wita, saksi Jeiven bersama kedua rekannya melihat mobil truck Mitsubishi warna kuning milik PT. AKAS dengan nomor polisi L 8089 UUA, sudah berada dibahu jalan dengan noda darah di pintu mobil.

"Saya bersama kedua rekannya segera mendekati mobil tersebut dan menemukan korban AT sudah dalam keadaan tak bernyawa," ungkap Saksi Jeiven Alase.

Melihat kejadian itu, Saksi Jeiven berinisiatif menghubungi keluarga korban via telepon. Saat tiba di lokasi kejadian, keluarga korban bersama saksi Jeiven langsung membawa korban ke Puskemas Beo. Disaat pihak medis sedang berupaya memberikan pertolongan kepada korban AT, Jeiven pun segera menuju ke Mapolsek Beo untuk melaporkan kejadian tersebut.

Menurut keterangan dokter Tory Ilonda, dokter UGD Puskesmas Beo yang sempat memeriksa korban, dari hasil pemeriksaan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan benda tumpul atau benda tajam di tubuh korban. Diduga korban meninggal dunia diakibatkan tertutupnya saluran pernafasan, akibat pendarahan yang keluar dari mulut dan hidung.

"Terjadi pendarahan dimulut dan hidung korban yang menyebabkan terganggunya saluran pernafasan, selain itu korban juga pernah mengalami sesak nafas dan menderita asam lambung, " ungkap dr. Tory Ilonda.

Saat dimintai keterangan terkait kondisi korban sebelum kejadian, Irda M. Tainggulu yang merupakan istri korban mengatakan bahwa saat berangkat kerja, korban AT masih dalam kondisi sehat.

"AT dalam kondisi fit saat berangkat kerja dan tidak ada tanda-tanda sakit," jelas istri korban.

Setelah mendapatkan laporan dari Jeiven, Kapolsek Beo Iptu. George P. Nender segera memerintahkan Kanit Reskrim bersama anggota untuk segera menuju lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Saat menerima laporan saya langsung memerinthakan Anggota piket bersama Kanit Reskrim langsung melakukan olah TKP dan menutup TKP," jelas Kapolsek Beo ini.

Anggota Kepolisisan Polsek Beo juga langsung melakukan Identifikasi korban dan penyelidikan lebih lanjut diPuskesmas Beo.

"Berdasarkan keterangan dokter dsri Puskesmas Beo bahwa kematian korban diduga karena pernapasan tersumbat oleh cairan darah dari mulut dan hidung dan Pihak keluarga korban sendiri menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kematian korban," tutup Iptu George p. Nander.

Halaman:

Tags

Terkini