SulutZone.com -- Saat kejadian meledaknya salah satu sumur bor di wilayah kerja PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong, pada Sabtu yang lalu.
Terungkap bahwa sirene peringatan yang berfungsi untuk memperingati masyarakat sekitar daerah eksploitasi akan adanya bahaya, ternyata dimatikan.
Hal itu terungkap pada pertemuan antara PGE Lahendong dengan warga terdampak prpyek pengeboran, di Kelurahan Tondangow, Kota Tomohon, Kamis (4/4/2024) kemarin.
Baca Juga: Masyarakat Taratara Cemas Mata Air Semakin Tercemar
Dalam tanya jawab yang berlangsung hampir 5 jam tersebut, salah satu perwakilan masyarakat mempertanyakan mengenai sirene peringatan yang katanya sengaja dimatikan.
Ketika awak media mencoba mengklarifikasi beberapa poin termasuk hal tersebut, pihak PGE Lahendong tidak bisa menjawab secara langsung.
"Mengenai permasalahan di Tondangow. Kami tidak bisa memberikan jawab secara langsung. Nanti ada rilisnya," ujar Muhamad Didi, salah satu perwakilan PGE Lahendong.
Baca Juga: Pesona Pariwisata Sulawesi Utara: Surga Tersembunyi di Indonesia
Sementara itu, pertemuan antara warga Tondangow dan pihak PGE Lahendong menemuai titik buntu.
Semua tuntutan warga yang disampaikan pada sebulan yang lalu, pada pertemuan kali ini juga masi belum menemui kesepakatan.
(Dede)