LANGOWAN – Ada cara unik dan kreatif dilakukan Panitia Hari Raya Gerejawi Langowan Satu dalam membangun kebersamaan anak-anak Sekolah Minggu. Melalui lomba permainan ludo, puluhan anak dari berbagai jemaat diajak untuk lebih aktif bersosialisasi dan mengurangi ketergantungan terhadap gadget.
Kegiatan yang digelar di Aula Sion Wolaang ini berlangsung meriah dan penuh antusias. Sebanyak 48 peserta dari 7 jemaat ambil bagian dalam perlombaan yang dikemas sederhana namun sarat makna kebersamaan dan edukasi.
Baca Juga: Kuasa Hukum BPMS GMIM Desak Kepastian Hukum Terkait Kasus Pdt JR
Ketua panitia mengatakan, lomba ludo dipilih karena menjadi salah satu permainan tradisional yang mampu membangun interaksi sosial antar anak. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini membuat banyak anak lebih sering menghabiskan waktu dengan gadget sehingga interaksi langsung dengan teman sebaya mulai berkurang.
“Lewat kegiatan ini kami ingin anak-anak bisa kembali bermain bersama, belajar sportif, sabar, dan membangun komunikasi dengan sesama teman,” ujar Reagen Rombot.
Suasana penuh canda dan semangat terlihat sepanjang perlombaan berlangsung. Anak-anak tampak menikmati setiap permainan sambil saling menyemangati satu sama lain. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi momen mempererat persaudaraan antar jemaat di wilayah Langowan Satu.
Baca Juga: Kawal Kasus Korupsi Gunung Ruang, INAKOR Sulut Beri Dukungan Penuh ke Kejati
Panitia berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilakukan sebagai wadah pembinaan karakter anak sejak dini, sekaligus menciptakan lingkungan bermain yang sehat, kreatif, dan penuh nilai kebersamaan.
Artikel Terkait
Ketua ARMAK Sulut: Gubernur Yulius Selvanus Tidak Hadir Selebrasi Paskah Pemuda GMIM Karena Tak Ada Undangan Resmi
Richard Sualang: Tema “Reach Beyond The Stage” Jadi Semangat Pelayanan di PSR GMIM 2026