MANADO, SULUTZONE.COM – Kebijakan strategis dan pengawalan ketat terhadap sektor pertanian di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus mulai membuahkan hasil nyata.
Kesejahteraan petani di Sulawesi Utara (Sulut) tercatat mengalami peningkatan signifikan pada periode April 2026.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara yang dirilis 4 Mei 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Utara melonjak sebesar 3,38 persen. Angka ini merangkak naik dari 123,37 pada Maret 2026 menjadi 127,54 di bulan April.
Keberhasilan Yulius Selvanus dalam mendorong produktivitas dan menjaga stabilitas harga komoditas lokal terlihat dari selisih jauh antara pendapatan petani dengan biaya pengeluaran mereka.
"Kenaikan NTP ini dipicu oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang naik sebesar 5,37 persen, sementara kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya terkendali di angka 1,93 persen," tulis laporan resmi BPS.
Baca Juga: Ditangan Yulius Selvanus, Pariwisata Sulut Melesat Tajam: Kunjungan Wisman Maret 2026 Tembus 11 Ribu
Hortikultura Jadi Bukti Nyata Keberhasilan
Salah satu pencapaian paling mencolok di era ini adalah meroketnya subsektor Hortikultura. Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) melesat luar biasa sebesar 23,21 persen, dari angka 190,31 menjadi 234,48.
Kenaikan harga komoditas strategis seperti tomat, cabai merah, dan cabai rawit di pasaran menjadi faktor utama yang meningkatkan pendapatan langsung para petani di pedesaan. Selain itu, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat juga mencatat tren positif dengan kenaikan menjadi 116,92.
Tertinggi di Seluruh Sulawesi
Di bawah kepemimpinan yang progresif, Sulawesi Utara kini memimpin di tingkat regional. Dari enam provinsi yang ada di Pulau Sulawesi, kenaikan NTP dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) terbesar terjadi di Sulawesi Utara.
Data menunjukkan NTUP Sulut naik sebesar 5,24 persen, mencapai angka 134,47 pada April 2026. Hal ini membuktikan bahwa usaha pertanian di Sulut semakin efisien dan menguntungkan bagi para pelaku usaha tani.
Komitmen Berkelanjutan
Peningkatan NTP yang kini jauh melampaui angka 100 menjadi indikator kuat bahwa daya beli petani Sulut semakin pulih dan menguat. Fokus Yulius Selvanus pada penguatan rantai pasok dan perlindungan harga di tingkat petani dinilai menjadi kunci utama di balik angka-angka positif yang dirilis BPS ini.
Artikel Terkait
Sinergi TNI-Polri Pastikan Distribusi Perangkat Komdigi di Perbatasan Miangas Berjalan Kondusif
Babinsa Awit bersama masyarakat bangun KDKMP
Para Petinggi PDI Perjuangan Sulut Bertemu Gubernur Yulius Selvanus, Rocky Wowor Katakan Ini
Babinsa Dampingi Penyaluran Makan Bergizi Gratis
Richard Sualang: Tema “Reach Beyond The Stage” Jadi Semangat Pelayanan di PSR GMIM 2026
Kementerian ATR/BPN dan KPK Perkuat Sinergi di Sulawesi Utara untuk Transformasi Layanan Pertanahan
Persibangga dan Unaaha FC Resmi Jadi Tuan Rumah Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026
Kapolri Mutasi 108 Perwira, Brigjen Himawan Bayu Aji Ditunjuk Jadi Kapolda Sultra
Wawali Richard Sualang Beri Penguatan bagi Keluarga Berduka di Paal IV dan Buha
Ditangan Yulius Selvanus, Pariwisata Sulut Melesat Tajam: Kunjungan Wisman Maret 2026 Tembus 11 Ribu