Jawab Keluhan Didi Roa, Direktur PDAM Manado Meky Taliwuna Beri Penjelasan Soal Sistem Bergilir

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Rabu, 25 Juni 2025 | 21:26 WIB
Didi Roa (kanan), Meiky Taliwuna (kiri) (Ist)
Didi Roa (kanan), Meiky Taliwuna (kiri) (Ist)

MANADO, 25 Juni 2025 – Keluhan mengenai terganggunya pasokan air bersih kembali disuarakan di Kota Manado.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, seorang warga sekaligus influencer lokal, Didi Roa, mengungkapkan kekecewaannya melalui akun Facebook pribadinya pada Senin, 23 Juni 2025. 

Didi mengeluhkan aliran air di kediamannya, Blok Y No 24 Perum Koka Kharisma, yang terhenti sejak Minggu, 22 Juni 2025, hingga saat ia membuat unggahan tersebut.

Dalam postingannya, Didi Roa secara lugas mempertanyakan kebijakan PDAM Kota Manado yang tetap menagih pembayaran bulanan meskipun pasokan air terhenti.

“Yang Terhormat Dir PDAM kota Manado, kita pe aer di Blok Y No 24 Perum Koka Kharisma so dari kemarin sampai hari ini belum bajalang! Kita pe Tong aer so kosong, berikut mo ba bayar depe manyala atau depe mati ?????,” tulis Didi, menyiratkan frustrasinya terhadap layanan vital tersebut.

Pernyataan sindiran “mo ba bayar depe manyala atau depe mati?” dengan jelas menunjukkan kekesalannya atas kewajiban membayar tagihan tanpa adanya layanan yang memadai.

Baca Juga: Influencer Didi Roa Keluhkan Kinerja PDAM Manado: Air Mati di Perum Koka Kharisma

PDAM Akui Kapasitas Terbatas dan Terapkan Sistem Bergilir

Menanggapi keluhan ini, Direktur Utama PDAM Manado, Meiky Taliwuna, memberikan klarifikasi.

Menurut Meiky, pasokan air di Perum Koka Kharisma memang diberlakukan secara bergilir.

"Di Perum Kharisma itu airnya giliran. Jadi belum 1x24 jam karena instalasinya kapasitas kecil," ujar Meiky.

Ia menambahkan bahwa saat ini instalasi di wilayah tersebut memiliki kapasitas terbatas, sehingga sistem giliran terpaksa diterapkan untuk distribusi air.

Taliwuna juga menyampaikan bahwa PDAM Manado memiliki rencana untuk mengatasi permasalahan ini dalam jangka panjang.

"Rencananya tahun depan baru ada perencanaan penambahan kapasitas produksi air," jelasnya saat dikonfirmasi pada Rabu, 25 Juni 2025.

Hal ini menunjukkan bahwa pihak PDAM menyadari adanya kendala kapasitas dan berupaya mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah Perum Koka Kharisma.

Terbaru, Taliwuna mengungkapkan bahwa pasokan air di kediaman Didi Roa telah diperbaiki dan sudah dapat digunakan kembali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X