ragam

Siap Tayang 10 Juli 2025 Jakarta, Film Selepas Tahlil: Teror Dimulai dari Rumah Sendiri

Rabu, 9 Juli 2025 | 21:23 WIB
Teror Dimulai dari Rumah Sendiri, Film Selepas Tahlil Siap Tayang 10 Juli 2025 (Ist)

Jakarta - Setelah melalui rangkaian perilisan teaser, official trailer, hingga final trailer yang menyentuh sisi duka, rahasia keluarga, dan teror supranatural, film Selepas Tahlil produksi BION Studios akhirnya memasuki fase akhir: penayangan perdana untuk publik di seluruh bioskop Indonesia pada 10 Juli 2025.

Gala Premiere diselenggarakan di XXI Epicentrum pada 6 Juli 2025, film ini berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton dan tamu undangan. Atmosfer pemutaran penuh dengan ketegangan emosional, penonton bukan hanya dibuat merinding oleh teror visual, tapi juga tersentuh oleh dinamika keluarga yang dibalut rasa bersalah, penyesalan, dan luka yang tak pernah terucap.

Baca Juga: Epy Kusnandar Berwasiat Dimakamkan Berdampingan dengan Ibunya di Garut, Cerita Dibalik Film Selepas Tahlil
Mengangkat cerita yang berakar dari kisah nyata dan mitos lokal yang familiar di telinga masyarakat Indonesia, Selepas Tahlil menghadirkan horor yang tidak hanya menakutkan secara sinematik, tapi juga mengguncang secara emosional dan budaya.


Film ini mengisahkan dua bersaudara, Saras (Aghniny Haque) dan Yudhis (Bastian Steel), yang hidupnya berubah drastis setelah sang ayah, Hadi (Epy Kusnandar), meninggal dunia secara misterius. Namun kematian itu bukan akhir, melainkan pintu menuju serangkaian teror yang dimulai lewat jenazah sang ayah yang bangkit dan berjalan sendiri dari Surabaya menuju kampung halamannya di Lamongan. Perlahan, rahasia keluarga mulai terbongkar: tentang perjanjian gaib yang tak pernah terselesaikan, tentang ilmu hitam yang diwariskan diam-diam, dan tentang kutukan yang harus dibayar oleh anak-anaknya.

Baca Juga: Ngeri Artis Ini Terkunci di Kamar Mandi Selama 40 Menit Saat Syuting Film Selepas Tahlil
Disutradarai oleh Adriano Rudiman, ilustrator di balik komik Kambing Jantan karya Raditya Dika, Selepas Tahlil mengambil inspirasi langsung dari episode viral podcast Lentera Malam. Cerita tentang jenazah berjalan karena perjanjian ilmu hitam itu tak hanya hidup di dunia maya, tapi juga lekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari.


“Cerita seperti ini sangat familiar. Dari kecil saya sering dengar kisah mayat yang sulit meninggal karena ikatan ilmu hitam. Tapi di balik terornya, ada cerita tentang keluarga yang menyimpan banyak luka,” ungkap Adriano dalam sesi talkshow gala premiere.

Baca Juga: Utusan Jamintel Kejagung RI Pasiar di Kantor Gubernur, Kumpul Semua Kadis Kominfo se-Sulut
Atmosfer film dibangun perlahan namun pasti, dengan desain suara yang menusuk, visual yang pekat, dan ritme yang menghantui. Dari potongan dialog penuh makna hingga momen keheningan yang terasa panjang, semuanya diarahkan untuk memunculkan rasa tidak nyaman bukan karena kejutan sesaat, melainkan karena kisah ini terasa sangat mungkin terjadi.

Aktor dan aktris utama pun menegaskan kedalaman karakter yang mereka mainkan. “Dia bukan cuma berduka karena ayahnya

Tags

Terkini