Talaud, sulutzone.com -Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Welly Titah secara resmi membuka kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kepulauan Talaud di Aula Kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Talaud (GERMITA) pada Kamis, (7/8/2025).
Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa pembukaan oleh Bimas Kristen Kemenag Talaud.
Kegiatan ini mencakup Dialog Lintas Agama Workshop dan Implamentasi Moderasi Beragama bagi tokoh - tokoh agama.
"Moderasi beragama adalah jalan tengah untuk merawat persatuan, ini bukan melemahkan keimanan, tetapi memperkuat nilai - nilai luhur agama relevan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan ," pungkasnya.
Ia juga mengidentifikasi potensi kerawanan yang dapat mengganggu kerukunan, seperti hoaks di media sosial, gesekan menjelang tahun politik atau perayaan keagamaan serta keterbatasan akses pendidikan moderisasi di wilayah terpencik. Dialog ini menjadi ruang edukatif untuk memperkuat komitmen bersama menjaga kerukunan, keadilan dan kedamaian.
Bupati mengapresiasi FKUB Talaud sebagai mitra aktif pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial dan mengembangkan kehidupan beragama yang kondisif. Peran tokoh agama dinilai vital dalam mencegah redikalisme, menanamkan toleransi sejak dini dan menjadi panutan masyarakat.
Untuk mendukung hal ini, pemkab Talaud menargetkan pembentukan FKUB tingkat kecamatan, penguatan pendidikan karaktet dan moderasi beragama di sekolah, serta pelibatan tokoh agama dalam perencanaan desa melalui Mesrembang. Sejalan dengan visi "Talaud Bermartabat, Religius, Maju dan Sejahtera."
Pemkab Talaud berkomitmen menjadikan kehidupan beragama sebagai dasar pembangunan yang berkeadaban, mendorong pelayanan publik yang adil dan setara, menyelenggarakan dialog lintas iman secara berkala, serta memfasilitasi pelatihan bagi generasi muda lintas agama. Komitmen ini sesuai dengan Peraturan Bersama Meteri agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006.
Bupati menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial di Talaud, yang berbatasan langsung dengan Filipina, sebagai bagian dari pertahanan negara," katanya.
"Mari jaga rumah kita bersama. Jangan beri ruang bagi provokasi, ujaran kebencian dan intoleransi yang dapat merusak tenun kebangsaan," tutupnya. Seraya berharap restu Tuhan dalam menjaga kedamaian dan persaudaraan.
Artikel Terkait
Awas! Gaya Hidup Boros Bikin Miskin, Pakar Keuangan Sebut Utang Konsumtif dan Cicilan Jadi Contoh Nyata
Sama-sama Lindungi Kulit, Ini Perbedaan Sunscreen SPF 30 dan SPF 50
Tingkatkan Tampilan dan Fungsi Mobil, Ini 5 Aksesoris Kekinian yang Wajib Anda Punya
Rekomendasi 4 Pet Cafe di Bandung yang Ramah Anabul, Tawarkan Nuansa Unik Ala Jepang hingga Pedesaan
Cerdas Simpan Uang di Tengah Ancaman Inflasi, Pilih Emas atau Tabungan Bank?
Ridwan Kamil Jalani Tes DNA, Pengacara: Dua Sampel Diambil, Prosesnya Transparan
Pertumbuhan Ekonomi Diragukan Ekonom, Istana: "Pemerintah Jujur Saat Keluarkan Data"
Belajar dari Al-Kindi: Sukses Itu Diperjuangkan, Bukan Ditangisi
Imbas Beli Minyak Rusia, India Kena Tarif Impor 50 Persen dari AS
Istana Luruskan Isu: Warga Gaza yang Dibawa ke Pulau Galang Bukan Evakuasi, Tapi Program Pendidikan dan Kejuruan