nasional

Cerita Areis Aminnulla Ungkap Peredaran Sabu 1.278 Ton di Samudra Hindia, Bikin Merinding

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:22 WIB
AKBP Areis Aminnulla SIK (Kanan) saat berfoto setelah menerima penghargaan di Mabes POLRI (Atmajaya Rachman )

 

SULUTZONE - Kapolres Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) AKBP Areis Aminnulla SIK resmi mendapatkan penghargaan dari Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo. 

Penyerahan penghargaan itu dilakukan Kapolri atas prestasi Areis Aminnulla Cs yang telah berhasil mengungkap peredaran narkoba 1278 ton dalam operasi Dewa Ruci tahun 2021. 

Baca Juga: Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional, Kapolres Bolmut Terima Penghargaan dari Kapolri

Namun ada cerita dibalik suksesnya Areis Aminulla dan petugas lainnya dalam mengungkap sindikat narkoba jaringan Internasional Timur Tengah, Malaysia dan Indonesia tersebut. 

"Saya dan rekan-rekan saat pelaksanaan operasi laut terombang ambing selama satu minggu menghadapi ganasnya ombak Samudra Hindia saat itu dalam mengungkap sindikat narkoba jaringan Internasional tersebut," ujar Areis pada Rabu, 25 Januari 2023. 

Baca Juga: Deretan Fakta Sang Pemilik Akun Bella Korompot Bikin Warganet Melongo

Jebolan Akpol 2000 itu pun mengungkap ganasnya ombak dan angin Samudra Hindia itu pun sempat merusak kapal miliknya dalam menjalankan tugas yang dipimpin langsung Direktur Tipidnarkoba Brigjen Krisno Halumoan Siregar dan Irjen Wahyu Widada saat itu. 

"Bodi Kapal sampai hancur akibat gelombang tinggi tersebut. Namun dengan solidnya tim Alhamdulilah Tim Dewa Ruci mampu melaksanakan tugas dan sukses dan berhasil mengamankan barang bukti dan pelaku sindikat narkoba jaringan Internasional tersebut. 

Baca Juga: Rafik; Kenapa Saya Dipidana Perusakan Hutan! Buat Apa Pasal 361 PERMEN LHK Tahun 2021?

Diketahui Operasi Dewa Ruci 2021 merupakan operasi laut yang dilakukan Bareskrim Polri bersama Polda Aceh, Baintelkam Polri hingga Ditjen Bea dan Cukai. 

Dimana selama operasi berlangsung tim Dewa Ruci berhasil mengamankan narkoba jenis sabu sebanyak 1278 ton dari sindikat narkoba jaringan Internasional Timur Tengah-Malaysia-Indonesia. 

"Modus operandi yang digunakan oleh sindikat yaitu membawa narkoba melalui jalur laut dengan menggunakan kapal besar (mother ship) dari Timur Tengah untuk kemudian dipindahkan di tengah laut (ship to ship) ke kapal nelayan lokal untuk dibawa ke daratan kawasan Indonesia. narkotika tersebut dikemas dengan menggunakan kotak plastik atau Tupperware," ungkap Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. 

 

Tags

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB