Sulutzone - Katak pelangi kembali ditemukan oleh Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar), bersama peneliti muda Botanis.
Katak pelangi, ditemukan lagi pada saat Kegiatan Scientific Exploration and Expedition Cagar Alam Gunung Nyiut, setelah hilang sekitar 100 tahun lebih yang lalu, dilansir dari @kementrianlhk dan bksda_kalbar.
Saat ditemukan Katak pelangi sedang berkamuflase, mengikuti warna helai daun.
Baca Juga: 16 Besar Perancis! Serasa Final Bagi Polandia
Kamuflase sendiri, adalah cara satwa mengelabui musuhnya.
Katak pelangi sendiri diketahui sering aktif dimalam hari disekitar sungai yang berbatuberbatu atau stream.
Katak Pelangi atau dengan nama Latin Ansonia Latidisca, atau sambas stream toad, pertamakali ditemukan pada Tahun 1893, oleh seorang ahli botani asal Jerman Johann Gottfried Hallier. Dibagian hulu sungai Sambas, dipuncak gunung Damus tepatnya di sekitar gunung NyiutNyiut, yang sekarang merupakan wilayah Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat.
Baca Juga: Lini Belakang Brasil Bermasalah! Habis Neymar, Kini 4 Pemain Bakal Absen Akibat Cidera
Akhirnya sekitar 129 tahun berselang sejak Katak Pelangi teramati di wilayah Indonesia, tepat pada peringatan hari kemerdekaan RI ke-77, botanis Indonesia Randi Agusti menemukan katak ini.
Ciri fisik Katak Pelangi berkaki kurus panjang dan bertotol-totol, tubuhnya berukuran kecil panjang sekitar 30-50.
Sementara kulit bagian belakang berwarna hijau, terang merah dan ungu.Bintik-bintik berwarna pada kulit belakang tidak ratarata, tapi mirip batu kerikil atau kutil.
Baca Juga: Lawan Brasil! Korsel ingin buat keajaiban lagi
Nama Pelangi yang kemudian disematkan pada sambas stream toad.