Sulutzone - Masuk pentas Piala Dunia mungkin masi sebuah mimpi bagi Indonesia, namun pada tahun 1958 mimpi itu hampir menjadi nyata.
Dijuluki 'Macan Asia' Saat itu dunia Sepakbola Indonesia tengah berada di puncaknya.
Dilansir dari @spoters, pada masa itu Indonesia tinggal selangkah lagi lolos ke ajang Piala Dunia.
Baca Juga: Belanda di Unggulkan, Kecepatan AS Sulit Dibendung. Berikut Line Up Kedua Pemain
Saat itu laga yang menjadi penentu bagi Indonesia harus bertanding melawan Israel.
Namun saat itu Pemerintah memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan.
Indonesia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pertandingan melawan Israel.
Ternyata bukan tanpa alasan, hal itu sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina yang tengah dilanda krisis.
Indonesia harus relah mengubur mimpinya meraih kesempatan emas untuk maju ke Piala Dunia dengan peluang kemenangan yang besar.
Indonesia tetap teguh pendirian untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan negara Timur Tengah.
Baca Juga: Orang Tua Richard Eliezer Tampil di Publik, Awal Kisah Bharada E Berani Jujur Diungkap
Israel pada masa itu, memang tidak diakui sebagai sebuah negara.
Peluang emas itu, ditinggalkan dimasa Timnas yang kala itu berisikan pemain-pemain hebat serta pelatih yang jenius seperti Maulwi Saelan, Ramang, Tan Lion Hou dan Toni Pogacnik, akhirnya harus kalah sebelum berperang.