SULUTZONE - Sempat menerima rekayasa cerita peristiwa Tembak Menembak di rumah Dinas Ferdy Sambo, Saksi AKBP Ridwan Rhekynellson Soplanit mengakui peristiwa sebenarnya.
Menurut AKBP Ridwan Soplanit, terkait tewasnya Brigadir J dirumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga dirinya sempat menerima rekayasa Tembak Menembak.
Namun cerita rekayasa yang disampaikan tersebut telah sirna sejak pengakuan yang diungkap bahwa tidak ada peristiwa Tembak menembak, dan yang terjadi adalah peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Bharada E dan Ferdy Sambo.
“Sampai berapa lama cerita (rekayasa) itu ada dibenakmu? Berapa lama tertanam?,” tanya hakim ke Ridwan di PN Jaksel. Senin, 21 November 2022
“Sampai dengan perjalanan proses pemeriksaan itu sampai di Polda Metro juga masih sama, sampai di Bareskrim masih sama,” jawab Ridwan.
“Sampai sekarang masih sama?,” tanya hakim lagi.
“Sampai dengan pengakuan,” ucap Ridwan.
“Nah sekarang cerita itu benar atau enggak?,” tanya hakim.
Baca Juga: Jelang Natal, Presiden Jokowi Pantau Harga di Pasar, Minyak Goreng dan Tempe Naik
“Tidak benar, Yang Mulia,” tutur Ridwan.
“Yang benar yang mana menurut kamu?,” tanya hakim.
“Yang kami ikuti saat ini, yang masih kami ikuti, bahwa memang terjadi ada bukannya terjadi peristiwa tembak menembak tapi peristiwa..,” ungkap Ridwan.
“Gausah sungkan,” tegas hakim.
“Peristiwa menembak Yosua ditembak. Seperti itu,” jelas Ridwan.