Sulutzone - Pertemuan sejumlah warga Desa Karang Tengah yang menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2, bersama PJ Bupati Banjarnegara dan PT. Geo Dipa Energi di Balai Desa Karangtengah Kecamatan Batur pada 24 Agustus 2022 berakhir ricuh.
Dilansir dari Akun instagram Walhi.nasional, Tercatat, ada sekitar 5 warga desa di duga mendapat tindakan kekerasan berupa pemukulan, tendangan dan dilempari kursi oleh para oknum pekerja PT Geo Dipa Energi.
Pada postingan tersebut, di tulis pertemuan itu merupakan inisiasi dari PJ Bupati Banjarnegara untuk mencari solusi mengenai masalah pembangunan powerplan PLTP Dieng 2 antara warga sekitar dan PT Geo Dipa Energi.
Baca Juga: Kasus Perempuan Penerobos Istana, Mengaku Dapat Wangsit, Suami Kini Ditetapkan Tersangka
Pertemuan itu dihadiri pula Polsek dan Koramil Batur, serta Pemerintah Desa Karangtengah. Namun setelah acara tersebut dibuka, tiba-tiba terjadi pengusiran yang dilakukan oleh pekerja geodipa disertai kekerasan kepada Warga Desa Bakal.
Dikatakan bahwa alasan dari tindakan tersebut yakni karena warga Desa Bakal tidak diperkenankan hadir pada pertemuan tersebut.
Padahal warga Bakal, ingin menyampaikan aspirasinya terkait dampak pembangunan PLTP, karena terdampak atas keberadaannya.
Menurut Dafiq pemuda Desa Bakal terkait hal tersebut menurutnya warga Desa Bakal berhak untuk mengikuti pertemuan dengan pihak PT. Geodipa, karena Desa Bakal juga terkena dampak dari adanya PLTP.
Kemudian, Dafiq terkena pukulan serta pengeroyokan dari pekerja Geodipa dan oknum dari luar yang tidak dikenali identitasnya.
Selain itu, Amar Warga Desa Karangtengah menceritakan bahwa pada awalnya pertemuan tersebut berjalan normal, tetapi saat warga memasang poster penolakan dan warga Desa Bakal datang, tiba-tiba ada sekelompok orang langsung menyerang warga Desa Bakal.
Baca Juga: Wisata Bolmut! Berikut 7 Destinasi Wisata yang Wajib Kamu Kunjungi di Sulut
Kelima warga Desa Bakal yang menjadi korban diantaranya, DF, AIS, SN, AN, AA.
Atas peristiwa itu korban sudah melakukan Visum di Puskesmas Batur untuk digunakan sebagai laporan ke Polisi.