nasional

Peringatan Roots Day Nasional 2024: Langkah Nyata Pencegahan Perundungan di Sekolah

Kamis, 10 Oktober 2024 | 16:25 WIB
Staf Ahli Mendikbudristek Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat, Muhammad Adlin Sila (lines)

Jakarta,Sulutzone.com - Staf Ahli Mendikbudristek Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat, Muhammad Adlin Sila, menyampaikan pentingnya langkah konkret dalam mengatasi perundungan yang masih sering terjadi di sekolah.
 
"Program Roots tidak hanya memberikan pelatihan kepada guru untuk mencegah perundungan, tetapi juga telah memberdayakan 173.240 agen perubahan di kalangan siswa untuk turut berperan aktif.
 
Survei U-Report pada tahun 2022 menunjukkan bahwa 42 persen peserta didik merasakan dampak positif dari program ini, dan 32 persen melaporkan penurunan kasus perundungan di sekolah mereka.
Baca Juga: Car Free Day Ditiadakan Pada Tanggal 13 dan 20 Oktober 2024

Lebih lanjut, Adlin menggarisbawahi pentingnya kerja sama lintas pihak untuk memastikan bahwa program ini berkelanjutan dan terus berkembang.
 
Program Pencegahan Perundungan Roots Indonesia, yang telah berjalan sejak 2021, merupakan hasil kolaborasi antara Kemendikbudristek dan UNICEF. Hingga kini, program ini telah menjangkau 33.777 satuan pendidikan di 509 kabupaten/kota di 38 provinsi di Indonesia.
 
“Kita harus terus berupaya. Meski banyak sekolah sudah mengalami perubahan positif, masih ada tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan setiap anak dapat belajar di lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan,” urai Adlin dilansir dari situs resmi Kemendikbud. Kamis, (10/10).
Baca Juga: Kerugian Negara Capai 746 Juta, Pemerintah DKI Jakarta Berusaha Basmi Rokok Ilegal
 
Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbudristek, Ruspria Putri Utami, dalam laporannya, menyampaikan bahwa Roots Day Nasional 2024 menjadi momentum penting untuk memperkuat dan memperluas dampak program ini.
 
Roots Indonesia telah berhasil menciptakan agen-agen perubahan di sekolah-sekolah yang terlibat aktif dalam upaya mencegah perundungan.

“Program ini mengajak siswa bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam menyebarkan budaya positif dan menghentikan perundungan di sekolah. Kami berharap semakin banyak sekolah yang terlibat dalam program ini,” kata Rusprita.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Program Perlindungan Anak UNICEF Indonesia, Milen Kidane, menyampaikan pandangan kritis tentang kondisi perundungan di sekolah saat ini.
 
“Meskipun banyak kemajuan yang telah dicapai, perundungan masih menjadi masalah yang meresahkan. Penting bagi kita untuk terus menekankan pendekatan sekolah yang holistik. Setiap anggota sekolah—mulai dari siswa, guru, pemimpin sekolah, hingga orang tua—harus terlibat dalam upaya mencegah dan mengatasi perundungan," jelasnya.
Baca Juga: Gaya Rambut Baru, Diri Baru: Temukan Gaya Terbaikmu di Deres Barbershop

Roots Day Nasional 2024 hadir sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk menciptakan sekolah yang bebas kekerasan, serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
 
Acara ini dihadiri oleh 100 siswa agen perubahan dari Jakarta secara luring dan seluruh siswa agen perubahan secara daring dari seluruh Indonesia, dengan rangkaian acara meliputi laporan kegiatan, pembukaan, podcast, serta deklarasi “Sekolah Tanpa Kekerasan” dari para agen perubahan yang didampingi oleh Kepala Puspeka Kemendikbudristek dan Kepala Program Perlindungan Anak UNICEF Indonesia.

Tags

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB