Sulutzone.com, JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melalui Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menjadi pembicara utama dalam acara PRAction di Auditorium Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia, pada Selasa (21/05/2024).
PRActice merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Masyarakat Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia dengan tujuan berbagi pengetahuan lebih mendalam seputar Public Relations dan Ilmu Komunikasi.
Pada kegiatan talkshow PRAction tahun ini, tema yang diusung adalah "Cultural Dynamics: Bagaimana Keterlibatan Budaya Mempengaruhi Efektivitas Komunikasi Public Relations".
Baca Juga: MoU Kementerian ATR/BPN Bersama Mahkamah Agung Akan Segera Dilakukan
Turut hadir dari pihak Universitas Indonesia seperti Arius K. Onarelly, M.Si., Ketua Program Studi Penyiaran Multimedia; Naldo, M.Si., Ketua Program Studi Periklanan Kreatif; Anisatul Auliya, S.ST.Par., M.Par.
Ketua Program Studi Periklanan Kreatif; Wiwiet Mardiati, S.S., M.IM., Ketua Program Studi Manajemen Rekod dan Arsip; Ngurah Rangga Wisesa, S.I.Kom., M.I.Kom, Ketua Program Studi Produksi Media; Deni Danial Kesa, MBA., Ph.D., Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan; dan Erwin Harinurdin, S.Sos., M.S.Ak.
Manajer Sumber Daya Manusia dan Keuangan. Selain itu, juga dihadiri oleh Rizka Vadya, Vice Head Corporate Communication Public Relations Indonesia Group.
Baca Juga: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Provinsi Bali
Peserta kegiatan ini mencakup pelajar dan mahasiswa para kontestan dari tiga lomba, yaitu News Anchor, Poster, dan Public Service Advertisement. Acara ini juga terbuka untuk umum, sehingga para pelajar pun dapat ikut serta dalam acara itu.
Pada sesi pemaparan, Juru Bicara OIKN Troy Pantouw menjelaskan pentingnya komunikasi lintas budaya di Ibu Kota Nusantara. Hal ini disebabkan oleh kekayaan budaya Nusantara yang mencakup beragam suku, bahasa, adat istiadat, dan agama.
"Pentingnya komunikasi lintas budaya di Ibu Kota Nusantara disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain keanekaragaman budaya, dorongan untuk saling pengertian dan penghargaan.
Penguatan kerukunan sosial, pengembangan hubungan antarindividu dan antarbudaya, serta pentingnya untuk pembangunan berkelanjutan," ungkap Troy.
Artikel Terkait
MoU Kementerian ATR/BPN Bersama Mahkamah Agung Akan Segera Dilakukan